Percayakan Perjalanan Wisata Anda Bersama Bali Daksina Wisata

Bali Daksina Wisata “BDW TOUR” adalah perusahaan yang bergerak di bidang tour & travel, melayani pembelian segala tiket pesawat, hotel reservasi, paket tirta yatra, paket tour bali, bahkan sampai paket tour luar negeri dan penyewaan transport(Bus Wisata) yang berlokasi di Jalan Bedahulu IX, Peguyangan – Denpasar Utara. Namun dibalik besarnya bisnis ini, siapa yang menyangka, pemilik dan pejuangnya hanyalah lulusan setingkat SMEA dari kota pendidikan, Singaraja.

Made Kayun lahir dari keluarga buruh tani di kabupaten Singaraja. Ia adalah satu-satunya anak laki-laki dari lima bersaudara dalam keluarganya. Namun itu bukan sebuah alasan orangtuanya, khususnya Sang Ayah memaksakan dirinya untuk terus bersekolah.

Tahun 1987, Made Kayun lulus dari SMP, ia kemudian melanjutkan ke SMEA Singaraja mengambil jurusan Akunting. Lulus SMEA di tahun 1990, ia kemudian bekerja di BPR Singaraja kurang lebih tiga tahun pada posisi collector. Namun posisi tersebut tidak membawa perkembangan dalam karirnya, sehingga ia memutuskan untuk keluar dan mencoba untuk melamar di kapal pesiar American Line.

Lamaran kerja Made Kayun yang tertuju ke American Line diterima, hingga pada proses tahap interview. Namun keluarga tidak merestui untuk bekerja di kapal pesiar, ia pun kemudian melamar menjadi karyawan di perusahaan tour & travel yang berlokasi di Jalan Teuku Umar-Denpasar menjadi office boy pada tahun 1994. Selama tiga tahun bekerja, walau hanya menjadi office boy ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk menimba ilmu baru, terlebih ia bekerja di dunia pariwisata yang banyak memberikan kesempatan yang tak boleh terlewatkan.

Setiap harinya ia pun tiba di kantor pk. 05.00 pagi dan menyelesaikan segala tugas dan kewajibannya. Setelah itu ia kembali pulang ke kost yang bertempat di Jalan Pulau Misol Denpasar untuk merapikan diri dan kembali ke kantor pada pk. 08.00.

Sesampai di kantor dengan pakaian yang sudah bersih dan rapi, hal pertama yang dipelajari Made Kayun adalah proses reservasi hotel. Kegigihan dan semangatnya dalam belajar, mendapat perhatian dari perusahaan sehingga setahun kemudian posisinya meningkat menjadi staf reservasi. Tahun 1998, terjadi krisis moneter menyebabkan perusahaan tour & travel tersebut kemudian terpaksa ditutup. Padahal posisi tour manager telah berhasil ia tempati dan sebentar lagi akan dilantik menjadi branch manager.

Made Kayun kemudian pindah bekerja di perusahaan BSA tour & travel yang berada di Jalan Imam bonjol. Di perusahaan ini ia menghandle tamu-tamu dari pemerintahan yang melakukan dinas ke/luar Bali. Dalam kurun waktu setahun, tepatnya tahun 1999 karirnya sudah berada pada posisi tour manager, kemudian di tahun 2000 jiwanya semakin tertantang untuk lebih maju dengan menjabat sebagai Marketing Manager.

Menduduki posisi yang nyaman tak membuat Made Kayun berpuas diri, ia nekad untuk membuka perusahaan jasa tour & travel sendiri, walau tanpa modal di tahun 2004. Keberanian dalam menanggung resiko untuk keluar dari perusahaan dan membuka BDW Tour yang beralamat di Jalan Cokroaminoto No. 145,Denpasar ia awali dengan mencicil sebuah sofa dan meja. Untuk peralatan lainnya seperti komputer yang masih berbentuk tabung saat itu, ia hanya mampu meminjamnya ke salah satu rekannya.

Di tahun 2005 Made Kayun sudah berhasil melunasi cicilannya dan mulai mengurus ijin operasi perusahaan yang akhirnya keluar pada tahun yang sama. BDW TOUR mengawali dengan mempekerjakan 3 orang pegawai yang kemudian pada tahun 2006 ia mengontrak tempat yang lebih luas lagi karena jumlah karyawannya yang sudah bertambah menjadi 14 orang.

Di tahun 2006 Made Kayun meningkatkan kualitas perusahaannya dengan menambah fasilitas sebagai agen tiket pesawat terbang. Agar dapat dipercaya oleh maskapai penerbangan yaitu Lion Air & Garuda Indonesia, Bali Daksina Wisata harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya dengan mengendap deposit sebesar 250 juta, pada masa itu.

Masih di tahun yang sama, Bali Daksina Wisata membuka cabang di Jalan Kartini, tepatnya di sebelah selatan Rumah Sakit Wangaya. Pada tahun 2009, Bali Daksina Wisata semakin mengembangkan sayapnya, setelah memenangkan lelang dengan membeli sebuah kantor yang cukup representative dikawasan elit Pertokoan Sudirman Agung Blok A/1, Jalan P.B Sudirman, Denpasar.

Naluri seorang pengusaha “Made Kayun” harus terus berinovasi, agar mampu bersaing dengan perusahaan tour & travel lainnya yang bertumbuh seiring berjalannya waktu. Dengan mulai menambah fasilitas dua buah bus wisata di tahun 2011, dari hasil meminjam modal ke bank. Alhasil tour & travelnya pun semakin berkembang pesat, sehingga ia kembali menambah armada bus setiap tahunnya sebanyak dua buah bus wisata.

Mengikuti trend bisnis saat ini, dimana promosi dan reservasi berbasis digital maka pada Tahun 2010 BDW TOUR membuka layanan CITOS “City Terminal Online System” yaitu sebuah aplikasi online pemesanan tiket pesawat, tiket kereta api,dan voucher hotel yang pada saat itu baru ditujuan dari B to B ( Link online Antar Perusahaan) , dan Astungkare pada tahun 2019 fasilitas online B to C (Perusahaan ke Konsumen) akan segera di Launching’ katanya.

Sebagai wujud rasa syukur, pada setiap hari jadi perusahaannya yaitu setiap bulan Maret “Made Kayun” bersama segenap karyawannya melakukan Tirta Yatra dan kegiatan bakti sosial dengan berbagi paket sembako kepada yayasan-yayasan panti sosial dan anak yatim, yayasan disabilitas, serta para lansia Sepanjang tahun 2014 “BDW Tour” memiliki program ‘Pagi Purnama Bersama Bali Daksina Wisata’ yaitu program Tirta yatra gratis setiap Purnama yang bekerjasama dengan travel agent dari Belanda dengan mengajak seluruh yayasan sosial yang ada di Bali untuk melakukan tirta yatra dan melukat ke Pura Campuhan Windhu Segara Padang Galak yang mana anak-anak yayasan tersebut hanya dibebankan membawa 1 jenis tumbuhan yang nantinya ditanam diareal Pura tersebut.

“Kepuasan Anda Adalah Tujuan Kami yang Utama “ itulah Motto BDW Tour yang mengantarkannya kini telah sukses berdiri dan telah memiliki 50 orang karyawan, 38 orang staf BDW Tour&Ticketing dan 12 Orang di Daksina Trans yang mengelola armada transportasi.

Diakhir perbincangan Made Kayun menekankan para generasi millennial untuk belajar dengan tekun, memiliki rasa jengah untuk perubahan yang lebih baik&maju, berani menanggung resiko salah satu syarat menjadi seorang entrepreneur, bekerja dengan ulet dan selalu berdoa mengucapkan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!