Penemuan Koin Kuno di Jembrana

UangKuno

Negara – Koin kuno ditemukan pekerja PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana, Bali, saat menggali di Banjar atau Dusun Taman, Desa Batu Agung, Sabtu (18/6).

Informasi yang dihimpun Minggu menyebutkan, ribuan koin berbentuk uang kepeng dengan lubang di tengah tersebut ditemukan Ismail saat menggali untuk saluran pipa PDAM di kedalaman 1,5 meter.

“Saluran pipa PDAM memang melewati jalan dusun ini. Ribuan koin atau yang di Bali dikenal dengan pis bolong tersebut tersimpan dalam guci kuno,” kata Kepala Dusun Taman Ida Bagus Arnawa.

Untuk mengamankan temuan itu, dia mengatakan, benda yang diperkirakan sudah berusia 1.100 tahun tersebut disimpan di balai banjar dengan penjagaan ketat.

Dari pengamatan, pada lempengan koin kuno yang terbuat dari perunggu ini tercetak tulisan mirif huruf China yang masih cukup jelas.

Arnawa tidak bisa memastikan asal usul benda tersebut, namun di kalangan warga beredar informasi, ribuan koin kuno tersebut berasal dari Kerajaan Pecangakan, salah satu kerajaan di Kabupaten Jembrana.

Temuan barang kuno ini membuat masyarakat penasaran ingin melihat langsung sehingga Balai Banjar Taman dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk Bupati Jembrana I Putu Artha.

Temuan koin kuno yang tersimpan dalam guci di Kabupaten Jembrana, Bali, diyakini berasal dari Cina tepatnya di masa Dinasti Song.

Hal tersebut berdasarkan identifikasi yang dilakukan Balai Arkeologi Bali, saat melihat koin beserta guci yang disimpan di Kantor Balai Dusun Taman, Desa Batu Agung, Minggu.

“Dilihat dari corak serta ukiran, khususnya pada guci. Benda ini berasal dari Dinasti Song sekitar abad kesepuluh. Ini merupakan penemuan yang penting,” kata Kepala Balai Arkeologi Wilayah Kerja Bali-NTB-NTT I Gusti Made Suarbawa.

Ia mengatakan, temuan koin atau uang kepeng kuno dengan jumlah ribuan seperti di Kabupaten Jembrana tersebut jarang terjadi di Bali.

Menurutnya, selain di Jembrana di Kabupaten Bangli juga pernah ditemukan benda kuno sejenis, dengan perkiraan jumlah uang kepeng yang tersimpan di guci mencapai 10 ribu keping.

“Dengan adanya temuan ini juga membuktikan kalau Desa Batu Agung merupakan pemukiman kuno, dan pada abad kesepuluh sudah ada hubungan dagang ke negeri di Tiongkok,” ujarnya.

Dari ribuan uang kepeng di dalam guci, pihaknya juga menemukan koin yang dibuat pada masa Dinasti Ming di abad ke 13, yang pada masanya berfungsi sebagaimana mata uang saat ini.

Untuk mendapatkan data lebih lanjut, ia mengaku, pihaknya harus melakukan penelitian yang lebih detail, termasuk mempelajari hurur cina pada kepingan koin tersebut.

Kepala Dusun Taman Ida Bagus Arnawa mengatakan, lokasi temuan benda kuno yang berada di pinggir jalan desa, dulunya dipercaya sebagai areal taman kerajaan.

“Oleh Balai Arkeologi, kami diberikan petunjuk untuk membersihkan uang kepeng tersebut dengan menggunakan air dicampur buah asem,” katanya.

Ribuan uang gepeng di dalam guci tersebut ditemukan Ismail, seorang pekerja PDAM Tirta Amertha Jati, saat menggali untuk keperluan pemasangan pipa.

Temuan benda kuno ini menarik masyarakat untuk datang melihatnya, termasuk Bupati Jembrana I Putu Artha beserta jajarannya.

Saat ini ribuan keping uang kuno tersebut disimpan di Kantor Balai Dusun Taman, dengan penjagaan yang ketat.

Be first to comment