Pencapaian Saat Ini Merupakan Hasil Belajar Disiplin Dari Orang Tua

Ni Luh Gede Purnamawati, S.H, M.Kn lahir di Tabanan dari orangtua yang berprofesi sebagai Perwira Polisi. Wajar saja bila melihat pencapaiannya saat ini adalah buah dari didikan orangtua, dimana sejak kecil ia sudah terbiasa hidup disiplin dan mengutamakan kejujuran dalam kehidupan.

Hubungan Orang Tua & Anak

Hubungan orangtua dan anak tidak jarang terjadi selisih paham, begitu pun dengan Luh Gede yang saat ini telah berusia 50 tahun. Namun sepeninggal sang ayah 27 tahun lalu, Luh Gede menyadari bahwa sang ayah yang bernama Putu Suasana begitu membanggakan dan memuji kerja kerasnya. Masa kecil Luh Gede atau yang biasa dipanggil Jero Sari ini terbiasa mengerjakan sesuatunya secara mandiri. Sepulang sekolah ia diwajibkan untuk melapor pada orangtua segala kegiatannya di sekolah dan bila ia berperilaku nakal, bukan tidak mungkin ia mendapat hukuman, agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut. Didikan disiplin tersebut ia dapatkan dari orangtua khususnya sang ayah, dimana hal yang paling ia ingat saat mendiang sang ayah masih hidup adalah menginginkan putrinya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, walau dalam kondisi perekonomian keluarga yang tergolong masih kurang. Untuk meringankan beban orangtua, Jero Sari melanjutkan kuliah sambil bekerja sebagai marketing.

Jejak Karir

Sebelum berprofesi sebagai Notaris, Jero Sari pernah bekerja di asuransi dan properti. Ia juga sempat berkeinginan untuk mengikuti jejak orangtua untuk menjadi Polwan, namun tidak mendapat restu karena gaji yang diperoleh masih minim. Ia pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah hingga Magister Kenotarisan di Universitas Udayana. Bukan tanpa alasan ia memilih jurusan tersebut, ia sempat memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat bekerja di perusahaan properti dengan seorang notaris sehingga menimbulkan kerugian materi baginya. Mengalami kejadian tersebut, membuatnya tidak hanya merugi, namun ia sangat menyayangkan mengapa seseorang menyalahgunakan profesinya untuk berbuat curang.

Selain berfokus sebagai notaris, Jero Sari juga aktif dalam kegiatan-keagamaan di Pura. Karena dalam hidupnya, perempuan yang hobi olahraga voli ini berprinsip dalam kehidupan harus ada keseimbangan antara spiritual dan duniawi berangkat dari sebuah fenomena sosial masyarakat yang kini hidup di era modern, dengan perubahan sosial yang cepat dan komunikasi tanpa batas, dimana kehidupan cenderung berorientasi pada materialistik ungkap ibu dari satu orang anak ini.

Kondisi ini tentu saja menimbulkan kecemasan bagi orangtua, dimana harus bersikap lebih tegas namun tidak dengan kekerasan. Ketegasan berarti sikap dan tindakan yang menerapkan kedisiplinan, dengan menegakkan aturan yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. Tugas orangtua dalam mendidik pun menjadi proses pembelajaran, sehingga kita pun tetap harus selalu belajar dari pengalaman siapapun, dari apapun di sekitar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!