Pembangkit Listrik Terapung Berhasil Terkoneksi Sistem Sulutgo

Kapal Pembangkit Listrik PLN. Kapal Pembangkit Listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) "Karadeniz Powership Zeynep Sultan" berkapasitas 120 Mega Watt (MW) berlabuh di Pelabuhan Nusantara Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/12). Kapal tersebut berkapasitas 120 Megawatt (MW) buatan Turki tahun 2014 dan disewa PT PLN selama lima tahun untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di Gorontalo - Sulawesi Utara.
Kapal Pembangkit Listrik PLN. Kapal Pembangkit Listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) “Karadeniz Powership Zeynep Sultan” berkapasitas 120 Mega Watt (MW)

Manado  – Pembangkit listrik terapung Kapal Marine Vessel Power Plant (MVPP) “Karadeniz Powership Zeynep Sultan” berkapasitas 120 Mega Watt (MW) berhasil tersambung dengan sistem kelistrikan Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutgo).

“Setelah melalui sejumlah rangkaian tes tegangan dan uji coba performa mesin, kapal pembangkit asal Turki ini dapat disinkronkan dengan jaringan,” kata Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri di Manado, Selasa.

Selanjutnya katanya, pembangkit ini akan diberikan beban secara bertahap.

“Pada pukul 12.30 WITA, MVPP Karadeniz Amurang Unit enam sudah berhasil sinkron dengan beban awal 4 MW dan semuanya berjalan normal,” ujarnya.

Jika semuanya berjalan normal, maka dalam beberapa hari ke depan 120 MW akan menambah pasokan listrik di sistem Sulutgo dan bisa mengurangi defisit listrik yang terjadi selama ini.Machnizon menambahkan, PLN juga telah melakukan uji coba yang ketat untuk seluruh performa mesin sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pabrikan.Kini tinggal menunggu tahap memasukkan daya lanjutan. Dalam beberapa hari ke depan diharapkan seluruh daya bisa masuk dengan stabil.

“Jika dalam proses pengujian daya masuk ini terjadi pemadaman yang tidak diinginkan, kami mohon maaf untuk ketidaknyamanan pelayanan kepada masyarakat terutama untuk wilayah interkoneksi sistem kelistrikan Sulutgo,” ungkap Machnizon.

Beberapa keunggulan MVPP diantaranya, menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik, kemudahan relokasi (hanya perlu waktu 3 – 4 minggu) sehingga dapat fleksibel memenuhi kebutuhan listrik di suatu daerah, penghematan hingga Rp350 miliar per tahun dan lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan tambahan pasokan listrik di suatu daerah yang sedang kekurangan listrik.Kapal dianggap tepat mengingat Indonesia negara kepulauan dengan 17.000 pulau, maka pembangkit listrik di atas kapal yang bisa mobile dari satu pulau ke pulau lain, paling cocok dengan Indonesia.

Marine Vessel Power Plant pertama ini dapat dioperasikan dengan dual fuel, yaitu heavy fuel oil dan gas. Selain itu, PLN juga telah berhasil melakukan pembangunan tower transmisi 150 kV yang menghubungkan MVPP ke switchyard untuk selanjutnya dipasok ke Gardu Induk Amurang.Sepanjang 220 ms kabel tegangan 150 kV dari kapal ke gantry (gardu transisi) juga telah dihubungkan dengan sempurna untuk mengalirkan listrik.

Kapal buatan Karpowership tahun 2014 ini dilengkapi dengan enam mesin pembangkit yang masing-masing berkapasitas 20 MW.Selanjutnya PLN juga akan mendatangkan pembangkit serupa untuk beberapa lokasi, antara lain Sumatera Bagian Utara (240 MW), Kupang (60 MW), Ambon (60 MW), dan Lombok (60 MW). ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!