Passion Jadi Kunci Keberhasilan di Bisnis Kecantikan

Mengelola bisnis kecantikan tidak hanya memerlukan kemampuan manajerial namun juga membutuhkan suatu passion tersendiri. Demikian keyakinan seorang pengusaha salon kecantikan bernama Lina Mulyani. Semangat menjalani bidang yang dicintai membawa dirinya pada suatu kesempatan untuk mengembangkan brand salon kecantikan berstandar Internasional, Rob Peetoom Hair Spa Bali. Ia pun berupaya menularkan spirit bekerja dengan hati kepada para karyawannya agar dapat memberikan servis yang prima kepada para konsumennya.

Apa yang terlintas di benak tatkala mendengar kata salon? Pasti sebagian besar dari kita seketika membayangkan pelayanan seperti potong dan cuci rambut, perawatan wajah serta tubuh. Lantas, bagaimana jika menikmati layanan salon kecantikan di ruangan dengan interior yang mewah sembari berhadapan langsung dengan pemandangan alam yang asri, seperti panorama persawahan atau kolam yang tertata rapi?

Pengalaman unik tersebut bisa didapatkan dengan mengunjungi Rob Peetoom Hair Spa Bali. Salon kecantikan ini berlokasi di kawasan wisata Seminyak, tepatnya di Jl Petitenget No 16, Seminyak, Kuta Utara, Badung. Begitu memasuki bagian dalam salon ini, langsung disambut dengan suasana interior yang hangat. Didominasi oleh furnitur dan material bangunan dari kayu serta nuansa hitam dan putih menjadi ciri khas salon tersebut.

Tentunya seperti pusat perawatan kecantikan pada umumnya, tersedia kursi-kursi dan kasur sebagai media berbaring para tamu yang ingin menikmati treatment dari para staf salon. Namun di sinilah poin berbeda yang bisa ditemukan di Rob Peetoom Hair Spa Bali yaitu persawahan yang bersisian langsung dengan ruang perawatan. Tamu salon akan mendapat kesempatan menikmati perawatan sembari menyaksikan pemandangan Bali yang natural.

Pemilik Rob Peetoom Hair Spa Bali, Lina Mulyani, menjelaskan bahwa brand tersebut dibuat oleh seorang master perawatan kecantikan dan tata rambut asal Eropa. Lina sendiri kemudian mendapat kepercayaan mengelola cabang kelima belas salon Rob Peetoom sebelum akhirnya ia membeli lisensi kepemilikan brand dari Rob Peetoom langsung. Mengadopsi nama besar perintis brand tersebut, salon yang dikelola Lina itu pun harus mengikuti standar perawatan kecantikan rambut yang telah ditentukan manajemen pusat.“Salon Rob Peetoom Hair Spa Bali didirikan pada 10 November 2011 lalu. Pada saat acara pembukaannya dihadiri oleh selebriti dunia, Paris Hilton”, ujar Lina.

 

Lebih lanjut Lina menjelaskan, beberapa layanan yang ditawarkan di salonnya itu antara lain penataan rambut, pewarnaan, spa, dan tata rias wajah. Produk-produk yang digunakan juga dari brand ternama internasional seperti Kérastase dan Shiseido. Walaupun produk dan pelayanan yang diterapkan mengadopsi standar dari luar negeri, namun usaha yang dikembangkan Lina Mulyani ini tetap memberdayakan SDM lokal. Peran sertanya sebagai pengusaha dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja yang ada di Bali.

Berbicara mengenai SDM yang bekerja di salonnya, Lina mengakui cukup selektif dalam penyerapan tenaga kerja. Ia tidak sekedar mencari talenta berbakat di bidang kecantikan melainkan merekrut mereka yang memiliki passion terhadap pekerjaan yang akan ditekuni. Menurutnya, tanpa adanya gairah dalam mengerjakan suatu pekerjaan, maka output dari pekerjaan tersebut tidak terasa maksimal. Apalagi di bidang kecantikan, tidak hanya mengandalkan skill tapi juga harus bekerja dengan hati.

 

“Pekerjaan di bidang kecantikan tidak ubahnya seperti menekuni bidang seni. Para pelakunya harus menuangkan rasa dalam setiap karya yang diciptakan”, ungkapnya.

Keluar dari Zona Nyaman

Sebelum terjun ke dunia usaha, Lina Mulyani telah mengantongi pengalaman dalam menempuh perjalan karier di bidang penjualan, marketing, public relation, brand management, dan human resources. Ia mengakui menaruh minat yang besar dalam hal ekonomi internasional. Lebih jauh lagi tentang pemasaran produk di tingkat global.

Karena itu, perempuan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan ini melanjutkan pedidikan magisternya di jurusan bisnis internasional, Sheffield Hallam University Inggris.

“Saya tertarik mempelajari bagaimana suatu produk dapat dipasarkan ke berbagai macamnegara dan dapat diterima di masing-masing negara tersebut. Tenyata di dalam kegiatan produksi dan pemasaran produk dengan lingkup pasar global, terdapat unsur politik, budaya, dan ekonomi yang mempengaruhi kesuksesan suatu produk di suatu negara”, kata perempuan kelahiran Jakarta tersebut.

Lina mengungkapkan bahwa dirinya merupakan tipikal individu yang suka menghadapi tantangan baru. Seperti ketika melanjutkan kuliah di Inggris pada akhir tahun 90-an. Di negeri yang asing itu ia melakoni berbagai macam pekerjaan sembari menyelesaikan kuliahnya. Mulai dari petugas kebersihan di hotel-hotel ternama hingga pramusaji di acara pesta. Menurutnya dari pengalaman itulah ia mendapatkan berbagai macam pembelajaran hidup, seperti kemandirian, kerja keras, dan kesabaran dalam mencapai suatu target.

Selepas menamatkan kuliah di luar negeri, Lina pulang ke tanah air dan bekerja di sebuah perusahaan properti di Jakarta. Tak lama kemudian ia diterima bekerja di tempat lain yaitu perusahaan retail yang memiliki hak penjualan berbagai brand ternama dunia. Selanjutnya di tahun 2004, ia mulai bekerja di perusahaan yang memproduksi produk perawatan rambut berskala internasional. Di sinilah Lina mulai menemukan kecocokan dengan karier yang ditekuninya.Hingga pada tahun 2011, ia memutuskan meninggalkan posisi strategis di perusahaan sebelumnya dan bergabung dengan PT Paras Ayu yang merupakan perusahaan pemegang hak dagang dari brand Rob Peetoom Salon. Setelah berkembang menjadi 14 cabang salon di Belanda, Bali menjadi daerah pertama tempat cabang Rob Peetoom Salon dibuka. Baru di tahun 2017, Lina membeli perusahaan tersebut dari pemilik sebelumnya dan mengembangkannya hingga sekarang.

Sebagai salah satu contoh pengusaha perempuan yang melewati proses perjuangan usaha yang tak mudah, tentunya kisahnya dapat menjadi inspirasi, tidak hanya untuk kaum hawa saja melainkan bagi seluruh masyarakat. Ia pun berpesan kepada siapa pun supaya berani keluar dari zona nyaman. Sebab terjebak dalam zona nyaman akan membuat seseorang tidak memiliki gairah untuk mempelajari hal-hal baru sehingga pencapaian yang diraih tidak akan berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!