Mumpung Muda, Ciptakan Aset Untuk Masa Depan Semaksimal Mungkin

Mumpung masih muda, masih memiliki energi dan semangat yang mungkin tidak dimiliki seiring bertambahnya usia, begitulah pilihan hidup Agus Jayendra dalam meniti kariernya. Ia kemudian memanfaatkan masa mudanya, untuk memperluas pengalaman dan menimba ilmu, sesuai dengan bidang yang ia geluti, yang menjadi passion-nya sejak kecil. Hasilnya, di usia 25 tahun Agus Jayendra berhasil membangun sebuah usaha dan membuka lapangan kerja, yakni di bidang konsultan perencanaan dan pengawasan, bernama CV Nararya Pratama Desain bahkan kini sudah mengembangkan usahanya di bidang Kontraktor.

Di usia terbilang muda, Agus Jayendra telah sukses mendirikan sebuah perusahaan. Narasinya berawal dari hobi dalam berdagang, yang ia selipkan di masa pendidikannya. Ia pernah bekerja sebagai sales, kemudian bertindak sebagai dropshipper, di mana dropshipper merupakan bentuk kerjasama dengan supplier untuk menjual produk, tanpa mengeluarkan modal sepeser pun. Ia pun sempat membantu kakaknya yang menjadi distributor Wak Doyok cabang Bali, dan ikut membantu menjual produk tersebut.

Ayah dari Agus Jayendra juga bekerja sebagai wirausaha dan pada masa Agus Jayendra kecil, Ayahnya sempat memiliki usaha di bidang showroom jual beli sepeda motor, namun sayang mengalami penurunan omzet, hingga kemudian sempat mencoba peruntungan kembali tidak jauh dari usaha sebelumnya, yakni bengkel sepeda motor. Sang ibu pun sebelum resmi sebagai pegawai negeri sipil, giat menekuni pekerjaannya dengan berjualan pakaian untuk menghidupi keluarga.

Menyaksikan secara langsung bagaimana keuletan kedua orangtua, bekerja keras menafkahi keluarga sebagai perantau yang datang ke Denpasar. Agus Jayendra yang diasuh oleh neneknya sejak kecil, secara tidak langsung ikut merasakan perjuangan orangtuanya. Hingga ia pun berhasil disekolahkan di bangku kuliah Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur, pencapaian ini berkat seiring karier orangtua yang semakin meningkat, di mana ibu yang akhirnya diterima sebagai PNS dan ayah mampu membangun dan mengembangkan sebuah usaha rumah kos hingga saat ini.

Dukungan orangtua dalam membebaskan pilihan Agus Jayendra untuk memilih fakultas yang diinginkan, telah diperhatikan oleh ibu khususnya, dari hobinya menggambar. Ia kemudian semakin menyeriusi hobinya tersebut dan mengambil pendidikan di jurusan arsitektur.

Sebelum menyelesaikan tugas akhir dari kampus, Agus Jayendra sudah memiliki pemikiran jauh ke depan, apa yang akan ia kerjakan selanjutnya. Ada rasa khawatir bila ia membutuhkan waktu yang lama untuk mendapat pekerjaan. Mulailah sembari ia mengisi kekosongan waktu sambil menyelesaikan tugas akhir, ia membuka sebuah workshop yang menawarkan jasa desain dan pembuatan furnitur yang berlokasi di garasi rumah.

Bermodal promosi via media sosial Facebook, perlahan ia mulai mendapat customer. Meski awalnya ada beberapa yang sempat meragukan hasil karyanya, karena usianya yang terbilang masih muda yakni 23 tahun kala itu. Seiring bertambahnya kepercayaan customer, workshop yang terus berkembang dan membutuhkan lokasi yang lebih luas lagi, dan sempat merasa tidak enak dengan tetangga, karena menimbulkan kebisingan dan debu yang bertebaran ketika memproduksi furnitur. Agus Jayendra berusaha mengantisipasi kondisi ini hingga workshop kemudian dipindahlokasikan di area Gatot Subroto, yang masih berjalan hingga saat ini.

Agus Jayendra kemudian menciptakan target selanjutnya untuk bekerja selama dua tahun di sebuah perusahaan konsultan. Selama kurun waktu tersebut, ia fokus untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu yang tidak ia dapatkan di universitas. Agus Jayendra yang bertekad suatu saat nanti akan memiliki perusahaan konsultan arsitek serta mempelajarinya secara detail sebelum mewujudkan perusahaannya menjadi nyata, dan bahkan dari awal merintis ia rela untuk bekerja melebihi jam kerja pada umumnya.

Kepandaian Agus Jayendra dalam meng-handle klien, membuat atasan di perusahaan semakin mempercayainya memegang posisi dan beberapa tanggung jawab di perusahaan. Bahkan ada klien yang sempat berceloteh, agar tawaran pekerjaan dari mereka, langsung diberikan kepada dirinya saja, agar segera dilaksanakan. Ia akui, ia pun sempat memikirkan perkataan kliennya tersebut. Namun sesuai dengan etika perusahaan tentu hal tersebut, tidak boleh dilakukan.

Sembari bekerja, pria kelahiran Denpasar ini, sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mendirikan CV, ia bekerja sama dengan ayahnya sebagai komisaris, untuk mempermudah kepengurusan akta pendirian di kantor notaris. Demi memantapkan diri sebagai calon pengusaha, ia juga melanjutkan pendidikan S2 (Magister) dan pendidikan profesi insinyur. Dalam situasi baik tersebut, sekaligus ia manfaatkan untuk mengundurkan diri setelah ia tamat nanti. Namun ternyata atasannya berencana akan mempekerjakannya kembali. Mendengar pernyataan tersebut, ia mengungkapkan belum bisa memastikan, namun berjanji akan membantu kapanpun atasannya membutuhkan jasanya.

Sembari kuliah, ia bekerja sebagai freelance dan memperhitungkan penghasilan yang ia peroleh harus lebih tinggi daripada gaji yang ia dapatkan saat sebagai karyawan tetap. Setelah itu, barulah ia berani untuk mengambil keputusan untuk mundur dari perusahaan. 6 bulan sebelum resign, syukurnya ada saja proyek-proyek yang datang, sehingga ia resmi mundur dan fokus pada perusahaan yang ia dirikan, bernama CV Nararya Pratama Desain yang beralamat di Jl. Imam Bonjol, Gang 100/II/No.16 Denpasar.

Wujud keberhasilan Agus Jayendra membangun usaha di usia muda adalah buah hasil dari masa mudanya yang ia manfaatkan dengan hal-hal positif, mencari relasi, menambah pengalaman dan ilmu, hingga menciptakan kursi direktur sendiri di masa depan. Dalam menjalani proses tersebut, sekaligus tidak mengenal kata menyerah dan selalu belajar, Agus Jayendra memiliki prinsip sekaligus sebuah pesan untuk generasi muda, “Bila kita keras terhadap diri kita, dunia akan terasa lunak kepada kita, namun bila kita lemah terhadap diri kita, dunia akan terasa keras kepada kita.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!