Merantau demi Menemukan Kejujuran, sebagai Kepuasaan Batin Seorang Pengusaha

Hidup menawarkan beberapa pilihannya pada kita. Ada yang berusaha keras menemukan kehidupan yang nyaman, ada juga yang seolah memiliki kekosongan dibalik kenyamanan tersebut, kemudian memilih mendobrak kebiasaan untuk menemukan visi misi hidup dari diri sendiri. Tidak ada yang salah dengan pilihan-pilihan tersebut, semuanya kembali kepada manusia itu sendiri, seberapa berani mereka untuk terus mendengar kata hati demi menemukan kepuasan batin itu sendiri.

Salah satu dari sekian berjuta-juta manusia, adalah Wandi Wilmana, pria asal kota Bandung memilih merantau sebagai pilihan hidupnya. Ia mendobrak kebiasaan lama keluarga yang sebagian besar bekerja sebagai buruh pabrik, kemudian memutuskan berangkat ke Bali untuk menemukan cara barunya meraih kesuksesan.

Butuh keberanian dan tekad yang kuat untuk ia berangkat ke Bali pada tahun 2004/2005. Dengan kondisi titik terendahnya saat itu, ia akhirnya memantapkan diri untuk berangkat, mempertaruhkan kepercayaan keluarga yang telah diberikan kepadanya, untuk memenuhi cita-cita keluarga yang sebenarnya cukup sederhana, menjadi lebih baik dari sosok Wandi Wilmana yang sebelumnya.

Langkah Wandi Wilmana diawali dengan bekerja di sebuah perusahaan kargo. Ternyata sang pemilik dari perusahaan terebut juga mengembangkan usaha di bidang konstruksi. Mengetahui background pendidikan Wandi Wilmana yang sesuai, ia pun dipindahkan dan dipercaya menjadi bagian dari perusahaan tersebut.

Wandi Wilmana melakoni pekerjaannya dengan merangkak jabatan dari bawah. Ilmu demi ilmu ia peroleh dan yang paling berharga ialah selama bertahun-tahun mengikuti sistem pendidikan formal, nyatanya pengalaman praktik di lapangan menjadikannya lebih mengenal tantangan dari disiplin ilmu yang ia miliki.

Berbagai bidang industri akan terus berpotensi mengalami perubahan dan dituntut untuk fleksibel mengikuti perkembangan zaman, begitu pula faktor sumber daya manusia di dalamnya yang didorong untuk terus beradaptasi. Wandi Wilmana pun menyadari hal tersebut dan berupaya untuk meng-upgrade dirinya dengan ilmu dan skill baru. Namun dibalik kenyamanan sebagai karyawan, ada ketidakpuasan yang ia rasakan bila bekal ilmu dan pengalaman yang ia miliki, hanya dimanfaatkan untuk bekerja di perusahaan orang. Maka, selama empat tahun mengabdi pada perusahaan, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti.

CV Andarhan Jaya Indah, akhirnya didirikan Wandi Wilmana setelah pertemuan dan diskusi dengan beberapa rekannya yang memberikan dukungan dan masukan positif pada 10 tahun yang lalu. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil, tidak hanya sekedar mewujudkan kepuasaan bagi diri sendiri, tapi juga telah melakukan sesuatu bagi orang-orang sekitar, di antaranya sang adik yang ia ajak untuk tinggal di Bali, sekaligus ia perbantukan biaya kuliahnya.

Tidak sampai di sana, kebahagiaan pun ia rasakan saat melihat keberhasilan teman-teman seperantauan yang juga memilih Bali untuk meniti karier, telah sukses membangun usaha impian mereka. Atas berkat ini, ia dan teman-temannya bersyukur telah tepat memilih Bali dengan segala keindahannya, bukan hanya sebagai tempat berkarier, tapi juga rumah kedua untuknya, karena menemukan orang-orang yang terbuka dan menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kalau sudah nyaman untuk tinggal, tentu berkarier pun akan lebih nikmat untuk dijalani prosesnya.

Setelah memiliki sebuah perusahaan secara mandiri, Wandi Wilmana menyatakan kini perusahaan yang berlokasi di Jl. Pulau Yoni No. 100X, Pemogan, Denpasar Selatan tersebut, tidak bisa hanya mengandalkan ilmu, skill dan pengalaman, terutama di bidang kontraktor, woodworking, interior dan furnitur. Atas izin Tuhan, ia mempercayai usaha akan memiliki usia yang panjang dan rekanan yang setia dengan tetap mempertahankan dan mengedepankan kejujuran sebagai modal pertama. Kejujuran pun harus rutin dipupuk dalam benak kita, sehingga tercapai kepuasan hidup yang lebih tenang tanpa ada tekanan dari luar maupun dari batin sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!