Meraih Cita Cita dengan Pantang Menyerah

Setiap orang memiliki impian yang menurut mereka sangat berarti, untuk mencapai impian tersebut tentunya diperlukan yang namanya semangat juang dan pantang menyerah agar nantinya bisa membawa kita pada kepuasan duniawi dari impian yang diraih.

Bergelut dibidang pelayanan masyarakat utamanya klinik kesehatan, memang pekerjaan yang mulia bahkan pada masa pandemi seperti saat ini kesehatan menjadi faktor utama untuk menempuh masa-masa sulit seperti sekarang. Itulah yang selalu dilakukan oleh Ni Wayan Sudarwini, SST atau yang sering dipanggil Bu Ratih, ia merupakan seorang bidan sekaligus pemilik klinik kesehatan yang bertujuan untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. Bu Ratih adalah sosok wanita pantang menyerah yang dilahirkan oleh pasangan Almarhum I Ketut Retig dan I Nyoman Sarwi, ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang lahir di Kerambitan pada 16 Maret 1977.

Bu Ratih menempuh pendidikan dengan kedisiplinan dan juga kerja keras demi masa depan, ia pertama kali bersekolah di SD 3 Kerambitan, kemudian di SMP 1 Kerambitan, dilanjutkan ke SPK Depkes Denpasar dan melanjutkan kuliah di Universitas Tribhuwana Tungga Dewi dengan fakultas D4 Kebidanan. Semasa menempuh pendidikan, ia dituntut untuk disiplin dan juga mengorbankan masa remaja yang menyenangkan. Saat menjalankan pendidikan kebidanan atau keperawatan, ia sangat dididik ketat oleh instansinya, semua hal yang ada sudah diatur dan tidak bisa di ganggu gugat bahkan bepergian ke manapun harus ada izin tertulis dari pembimbing asrama.

Semua hal tersebut membuat dirinya menjadi pribadi yang pantang menyerah dan selalu berjuang untuk apa yang dicitacitakan. Walau ia tidak bisa menikmati masa remaja dengan bebas, tetaplah Bu Ratih selalu bersyukur dengan apa yang ia raih saat ini. Karena pada dasarnya dari pengorbanan masa remaja tersebut, ia bisa meraih apa yang menjadi keinginannya kini. Atas perjuangan dan juga semangatnya untuk maju, akhirnya beberapa tahun kemudian Bu Ratih bisa membuka praktik kebidanan di rumahnya. Pada awal pembukaan praktik tersebut, ia masih belum mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, ini merupakan hal yang wajar karena belum memiliki bukti pelayanan nyata. Ditambah dengan tempatnya yang terpencil membuat klinik praktiknya tidak ramai pasien.

Seiring berjalannya waktu, praktik yang ia bangun di rumahnya mengalami kerugian karena sepinya pasien yang datang ke tempatnya. Walau begitu, Bu Ratih tetap optimis untuk berinovasi agar praktik kebidanannya bisa berkembang lagi. Sehingga untuk melakukan perkembangan, ia perlu mencari tempat yang strategis untuk membangun klinik dan juga memberikan fasilitas yang lebih lengkap dalam bidang pelayanannya. Peran suami sangat besar dalam membangun klinik yang ia dambakan, baik secara moral atau material suaminya berikan untuk membangun klinik yang diinginkan oleh Bu Ratih. Dalam membuka klinik sendiri tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit, karena hal tersebut Bu Ratih dan juga suami sedikit demi sedikit mengumpulkan modal. Hingga beberapa tahun berlalu akhirnya modal berhasil terkumpul untuk membangun klinik yang menjadi kebanggaan Bu Ratih sampai kini, yaitu Klinik Ratih.

Lagi dan lagi pada awal membuka klinik hal yang paling sulit adalah mencari kepercayaan pasien agar mau berobat di klinik yang Bu Ratih kembangkan. Dari begitu banyak pengalaman yang ia dapatkan semasa membuka praktik tentunya hal tersebut bukan menjadi hambata lagi, sehingga ia terus berjuang dan berjuang untuk menarik pasien. Ia menarik minat pasien dengan cara memperlakukan pasien dengan sopan, ramah dan juga memberikan pelayanan yang terbaik. Setelah beberapa lama memperjuangkan kliniknya, akhirnya Klinik Ratih bisa berkembang dan sukses sampai sekarang. Semua hal tersebut merupakan bukti dari perjuangan dan ketabahan untuk menghadapi suatu permasalahan agar bisa menjadi penikmat kehidupan.

Di balik kesuksesannya tentu ia sangat bersyukur memiliki orang yang selalu mendukungnya baik itu suami dan juga teman-temannya. Ia sangat berharap klinik ini bisa lebih berkembang, bermanfaat bagi orang banyak, dapat membuka praktik dokter bersama dan jika bisa dokter spesialis di rekrut di Klinik Ratih agar pelayanannya semakin bagus. Inilah kisah pertaruhan masa remaja Bu Ratih yang terbayarkan dengan kesuksesan di masa kini, walau untuk mencapainya butuh proses yang sangat panjang, tetaplah ia selalu optimis dan pantang mundur agar mencapai apa yang menjadi impiannya. Bu Ratih berpesan kepada generasi muda agar selalu melakukan hal yang baik, pantang mundur, terus berusaha, tetap bertahan, jaga pengendalian diri agar tidak terjerumus ke hal negatif dan lakukanlah hal yang baik ke depannya demi menggapai apa yang dicita-citakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!