Menyantap Kuliner Sembari Mengenal Jejak Sejarah Goa Gajah

Setiap jengkal tanah di Pulau Dewata menyimpan beragam cerita perkembangan peradaban manusia Bali dari masa lampau hingga sekarang. Tak terkecuali kawasan wisata Goa Gajah, Gianyar, Bali yang memiliki situs bersejarah. Tempat ini pun menjadi destinasi wisata favorit para pelancong dari seluruh dunia, membuatnya selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sebuah peluang ekonomi pun tercipta yang akhirnya ditangkap dengan jeli oleh enterpreneur kreatif bernama I Nyoman Gede Suka Nadi. Putra daerah Bali ini konsisten dengan visinya yaitu membangkitkan kembali jejak historis restoran era kolonial Belanda yang dulu pernah berjaya di Goa Gajah.

I Nyoman Gede Suka Nadi mantap mengembangkan restoran Bebek Puri Suling Bali lantaran berbekal pengalaman kerja selama puluhan tahun di bidang Tata Boga. Berkat pengalaman itu pula, ia mampu mengembangkan tempat makan yang tidak hanya sekedar menyajikan makanan bercita rasa tinggi. Melainkan pula ia selalu menjunjung tinggi hospitality atau pelayanan dengan keramah tamahan. Sehingga kepuasan konsumen baik dari segi kualitas makanan hingga pelayanan menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan.

Menu Penggugah Selera

Tak sulit menjangkau restoran Bebek Puri Suling sebab lokasinya tepat berada di dalam area parkir wisata Pura Goa Gajah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Secara fisik, bangunan restoran ini sangat berciri khas. Bangunan berbentuk saung yang terdiri dari material bambu dengan atap dari ilalang. Hal ini memunculkan kesan tradisional sehingga membuat pengunjung restoran di sini merasakan atmosfer Bali sesungguhnya. Sementara suasana eksterior dipenuhi berbagai tanaman dan pohon perindang menjadikan lingkungan tempat makan ini semakin asri dan menyenangkan.

Jika mata pengunjung telah terpuaskan dengan pemandangan yang memukau maka saatnya memuaskan lidah dan perut dengan hidangan yang lezat. Sesuai namanya, Bebek Puri Suling menyajikan menu andalan olahan dari daging bebek. Salah satu menu favorit adalah Bebek Garing khas Puri Suling. Bebek yang disajikan bertekstur garing di luar sedangkan daging di dalamnya empuk dan berserat. Tidak disajikan sendirian di piring, bebek garing juga ditemani oleh sate lilit dan dua pilihan sambal yang menggugah selera makan, salah satunya sambal matah khas Bali.

Bagi penikmat kuliner yang ingin mencicipi menu lainnya tidak perlu bingung karena selain menu bebek, restoran ini menyajikan menu lainnya seperti berbagai makanan ala western, khas thailand maupun India. Ada pula berbagai menu yang dikhususkan bagi pecinta makanan vegan. Selain makanan tentu saja ada aneka minuman segar yang siap mengobati dahaga para pengunjung usia bersantap makan.

Ada cerita unik di balik keberadaan Bebek Puri Suling Resto. Nyoman Suka Nadi selaku pemilik berkisah, bahwa ia awalnya ingin mendirikan restoran di lokasi tersebut mengusung nama tempat makan miliknya terdahulu. Namun pada saat proses pendirian ia baru mengetahui bahwa di tempat tersebut di jaman kolonial Belanda pernah berdiri pula restoran pertama di Goa Gajah. Nyoman pun sadar seperti menemukan berlian yang tersembunyi. Akhirnya ia mengusung nama restoran yang bersejarah itu yaitu Puri Suling. Ia menambahkan kata Bebek sebagai branding usaha di mana menu bebek sudah menjadi makanan khas di Bali.

Goa Gajah Swing

Sejalan dengan perkembangan restoran Bebek Suling, Nyoman Suka Nadi melihat peluang lebih luas dari sekedar menjual makanan. Sebagai orang yang telah berpengalaman di dunia pariwisata, ia pun melebarkan sayap usahanya dengan mengembangkan sebuah manajemen konsultasi hospitality. Lewat manajemen ini pula ia berhasil mengembangkan restoran lainnya yakni Bebek Puri Boga Resto di kawasan wisata Tampak Siring. Ke depannya ia juga ingin mengembangkan restoran dengan konsep serupa di kawasan wisata lainnya, salah satunya di Bedugul.

Selain merambah di dunia kuliner, Nyoman Suka Nadi juga tengah menjajal bidang atraksi wisata. Ia mengembangkan Goa Gajah Swing and Coffee di mana para wisatawan dapat menikmati pengalaman berayun di atas ketinggian sembari menikmati keindahan alam Goa Gajah. Pun mereka bisa menikmati kelezatan kopi di lokasi yang sama.

Sebagai entrepreneur yang telah mencicipi asam garam dunia usaha, Nyoman Suka Nadi memiliki kisah tersendiri yang dapat dijadikan refleksi bagi generasi muda lainnya yang ingin berwirausaha. Sebelumnya ia juga sempat mengembangkan bisnis restoran, namun saat telah berjalan 5 tahun usaha tersebut mengalami masa surut. Di tengah masa keterpurukan itu, justru menjadi masa penempaan bagi seorang Nyoman Suka Nadi. Pria ini pun segera bangkit dan tidak menyerah mencoba kembali usaha yang sama karena ia sendiri sangat mencintai dunia kuliner.

“Sekarang saya merasa bersyukur pernah mengalami suatu proses kegagalan. Karena dari situ saya belajar untuk menjadi pribadi yang tidak arogan, tidak sombong, dan selalu mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta, “ ujar Nyoman.

Berkat sikap kegigihan dan pantang menyerah itulah, kini ia berhasil menikmati hasil jerih payahnya. Keberadaan Bebek Puri Suling Resto selalu menjadi primadona wisatawan, bahkan Nyoman Suka Nadi kerap kewalahan menangani reservasi yang membludak. Ini tak terlepas juga dari dukungan para rekan pengusaha tour and travel yang menjadi mitra bagi Nyoman Suka Nadi selama ini. Karena itu ia berpesan, jika ingin memiliki bisnis yang langgeng maka jangan malu menjalin relasi seluas-luasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!