Menjual Mobil Pribadi Awal Membuka Bisnis Showroom Mobil

Meniti karier tidak sesuai dengan jurusan yang diambil saat kuliah, tidak sedikit orang yang mengalaminya. Data dari Kemenaker menunjukkan persentase lebih dari 60% lulusan sarjana di tanah air bekerja di area yang tidak sesuai dengan jurusannya. Penyebabnya bisa dari faktor eksternal maupun internal. Gede Ardi Astariawan salah satunya, ia yang merupakan lulusan fakultas hukum tahun 2008, justru memilih terjun dalam usaha otomotif yang merupakan hobinya semasa kecil.

Bekerja tidak sesuai dengan bidang atau jurusan kuliahnya, sudah hal yang lumrah di dunia kerja. Meski ilmu yang dimiliki tidak diterapkan secara optimal, sejatinya tidak ada ilmu yang sia-sia. Ardi Astariawan yang pun menceritakan bagaimana hobinya berpengaruh dalam perjalanan kariernya. Berawal dari ketertarikannya dengan dunia otomotif sejak duduk di bangku SD, di mana setiap minggunya ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk membaca majalah otomotif, yang semakin menumbuhkan rasa kecintaannya pada hobi yang dikenal high-class tersebut.

Pria kelahiran Denpasar ini sempat melamar pekerjaan di beberapa tempat di antaranya di industri perbankkan dan perusahaan finansial. Di saat ia telah diterima sebagai sales pembiayaan mobil, ia mendapat panggilan kerja dari pihak bank. Karena ingin lebih dekat dengan hobinya tersebut, Ardi Astariawan memilih untuk tetap bekerja di perusahaan BFI Finance pada tahun 2009.

Di tahun 2013, Ardi Astariawan berkesempatan untuk memegang posisi Head Sales pada cabang BFI Kuta. Setelah sekian tahun bekerja, kematangan dari segi pengalaman yang ia miliki, kemudian ia kembangkan dengan percaya diri untuk membangun usaha secara mandiri. Dengan dukungan dari keluarga, terutama istri, ia membangun usaha jual beli mobil “Idra Mobilindo”.

Untuk membangun usahanya tersebut, sebelum ia menawarkan jasa untuk menjual kendaraan konsumen, tentu ia membutuhkan modal secara materi. Akhirnya sebagai awal mula, kendaraan yang ia miliki, menjadi barang yang ia tawarkan pertama kali kepada konsumen.

Pengalamannya sebagai Sales selama lima tahun, cukup membuatnya jenuh dengan rutinitas pekerjaan yang hampir sama setiap harinya, bahkan mungkin bisa mengorbankan waktu bersama keluarga saat akhir pekan. Namun ia akui pekerjaan tersebut memperluas jaringannya dalam memproleh nasabah. Dari nasabah-nasabah tersebutlah sangat membantu ia dalam mengembangkan usaha, hingga di tahun 2014 ia resmi membuka showroom mobil yang berlokasi di Jl. Buana Permata Hijau No. 9, Padangsambian, Denpasar Barat.

Awalnya mobil yang ia tawarkan di showroom-nya berjumlah tiga unit, termasuk mobil pribadi. Setelah terjalinnya relasi dengan orang perseorangan, pihak bank dan perusahaan pembiayaan. Dua perusahaan ini mampu membawa perkembangan bisnis showroom Idra Mobilindo. Namun akibat pandemi Covid-19, hampir seluruh sektor terkena imbasnya pada perekonomian, tak terkecuali bisnis showroom mobil.

Kondisi ini pun dirasakan Ardi Astariawan, pada Maret 2020 penjualan mobil anjlok 15%. Sebagai pengusaha hal ini menjadi sebuah tantangan, yang harus dihadapi dan mencoba berbagai strategi baru yang tepat sasaran. Terus melakukan promosi untuk menggaet konsumen baru, tanpa melupakan kualitas, agar konsumen tetap loyal dan tidak berpindah pada pesaing.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!