Menggali Potensi Wisata Bali Bersama Probali Pandu Wisata

Merasakan kerasnya ibukota, berlari mengejar metromini, itulah potret kehidupan yang pernah dijalani Hery Sudiarto kala hidup merantau jauh dari orangtua, hanya untuk meraih mimpinya. Selepas menamatkan Sekolah Menengah Pertamanya di kota Pontianak tempat kelahirannya, ia kemudian memutuskan melanjutkan pendidikannya di Jakarta, tinggal bersama dengan sang Kakak.

Hery Sudiarto yang lahir di kota Pontianak adalah anak kedua dari empat bersaudara, yang tidak pernah berpikir akan berkecimpung dalam usaha di bidang pariwisata. Awal mula ia bergelut di bisnis ini justru karena kepiawaiannya dalam berbahasa Mandarin, sedangkan ia sendiri saat itu sedang menempuh pendidikan bahasa Inggris di salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta. Kemampuan dalam berbahasa Mandarin menghantarkan ia menjadi penerjemah diberbagai kegiatan yang membutuhkan jasanya, seperti menjadi penerjemah seorang motivator dan ternyata ia sangat menjiwai di setiap penampilannya. Jam terbang yang tinggi menjadi penerjemah bahasa Mandarin kala itu, menggiringnya kepada pekerjaan sebagai tour guide di salah satu travel agent di Jakarta, untuk melayani wisatawan dari berbagai negara yang menggunakan bahasa Mandarin.

Sekitar tahun 1992 itulah awal mula ia mengenal usaha pariwisata khususnya jasa agen perjalanan wisata. Selanjutnya pada tahun 1997 bapak dari tiga orang anak ini memutuskan untuk bekerja di salah satu perusahaan travel ternama di tanah air, “Modern Tours”, dan ia ternyata ditempatkan di cabang Bali. Hijrah dari ibukota ke pulau Bali juga tidak pernah terbersit sekalipun dalam benaknya, baginya jalan hidup yang ia lakukan hanya mengalir seperti air.

Pulau Dewata Bali sebagai salah satu tujuan wisata tanah air, memang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Sebagai anak bangsa yang sadar akan hal itu, maka ia terus belajar serta menggali berbagai informasi tentang industri pariwisata. Mengumpulkan berbagai informasi dari teman dan pengalamannya bekerja sebagai tour leader, menjadi bekalnya untuk mengibarkan bendera Probali Pandu Wisata pada tahun 2006, dan menjadi cikal bakal ia membuka jasa travel agent, meski waktu itu masih bekerjasama dengan beberapa teman di berbagai travel agent lainnya.

Resmi berdiri di tahun 2009, Probali Pandu Wisata yang saat ini memiliki 60 orang karyawan, terus berbenah dan mengembangkan usaha pariwisatanya khususnya di pulau Bali. Karena ia mencintai Bali dan ingin ikut andil dalam memajukan pariwisata di Bali. Seperti kata Probali yang berarti secara profesional mencintai Bali, yang menjadi nama usaha agen perjalanan wisata yang didirikannya. Menjadi salah satu travel agent yang menyediakan layanan perjalanan wisata yang banyak memegang pasar wisatawan dari Cina dan Taiwan, yang telah menjadi rekanan agen pelayanan wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Probali Pandu Wisata menyediakan produk dan layanan mewah menengah ke atas di seluruh dunia yang secara konsisten dianggap inovatif, cepat tanggap dalam suasana ramah penuh kekeluargaan.

Mencintai dan ingin memperkenalkan keindahan Bali secara luas kepada masyarakat di Indonesia juga mancanegara adalah salah satu target dalam hidupnya. Target dalam hidup baginya adalah penyemangat dan motivasi untuk mengembangkan diri. Target yang juga ia tularkan kepada keluarganya, istri juga anak-anaknya bahwa, dalam hidup ini sebaiknya kita harus memiliki target agar kita dapat mempermudah jalan hidup kita di masa yang akan datang, meski itu hanya sekedar mimpi. Target hidup dari apa dan bagaimana hidup kita saat ini, lalu akan dan ingin seperti apa kita di masa depan. Maka jangan takut untuk terus bermimpi, lalu berjuang mewujudkannya.

Menjadi seorang pengusaha di bidang pariwisata yang berhasil, tentu saja merupakan salah satu target hidup yang ia miliki. Keberhasilan yang didapatkan tidak hanya karena campur tangan Tuhan tetapi juga buah dari hasil kerja kerasnya. Terus optimis dalam berusaha, namun jangan lupa berdoa mendekatkan diri kepadaNya, agar memiliki jiwa yang kuat dalam segala kondisi hidup yang dijalani. Materi bukan tolak ukur keberhasilan, tetapi kepuasan dan kebahagiaan batin yang dicarinya, karena menurutnya materi belum tentu bisa membeli kebahagiaan seseorang.

Perjalanan hidup yang telah ia jalani memberikan pembelajaran yang berharga tidak saja bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan di mana ia berada. Usaha yang ia jalani sudah barang tentu bisa menjadi sumber penghasilan bagi orang lain, dan juga motivasi bagi setiap insan yang ingin membuka usaha mandirinya. Bercermin dari perjalanan hidup Hery Sudiarto ada hal yang bisa kita teladani. Berangkat dari nol, dari keadaan yang tidak sengaja menuntunnya ke arah usaha yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Namun usaha itulah yang kemudian memberinya banyak hal, termasuk karir dan masa depannya.

Menginspirasi generasi muda saat ini yang tumbuh di zaman dengan kondisi lebih baik, yang selayaknya tidak terlena pada kenyamanan tanpa mau berjuang. Keadaan saat ini yang seharusnya membuat lebih pintar dan bijak dalam berpikir serta bertingkah laku. Seperti halnya perjuangan hidup yang juga dilakukan oleh anak-anak di pelosok negeri yang jauh dari kehidupan yang dibilang layak. Mereka yang secara mental dan fisik terlatih untuk gigih berjuang demi keadaan hidup yang lebih baik untuk membangun Indonesia menjadi lebih maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!