Mengangkat Tren Kuliner Tradisional yang Sehat dan Lezat di Gula Bali The Joglo

Kesehariannya, Gung Inten masih aktif untuk memenuhi kebutuhan dapur kulinernya yang bernama Gula Bali The Joglo. Nama ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat lokal. Namun tidak menutup kemungkinan, para wisatawan mancanegara untuk mengunjungi kuliner yang menampilkan menu-menu tradisional Bali ini.

Bangun pk. 04.00 di pagi hari sudah menjadi rutinitas sehari-hari Gung Inten. Ia ingat bagaimana orangtua zaman dulu mengatakan bahwa rezekimu bisa dipatok ayam, bila tidak menyambut rezeki dengan bangun di pagi hari. Pesan tersebut pun memiliki filosofi yang tidak berbeda dengan keyakinannya, bahwa untuk menciptakan sebuah usaha, bukan masalah siapa yang pertama kali terlintas di pemikiran, tapi yang lebih cepat terbangun dari mimpinya, untuk mewujudkannya menjadi nyata.

Memilih mengangkat menu makanan tradisional, selain karena keahliannya dalam memasak, ide ini berangkat dari pengalaman Gung Inten yang melihat masyarakat perantauan yang lebih tertarik untuk menyantap menu tradisional Bali, namun belum mendapatkan lokasi yang representative.

Peluang inilah kemudian ia wujudkan, hingga saat ini udah 10 tahun Gung Inten dan suami membangun usaha kuliner pertama, Gula Bali The Joglo, berlokasi di Jalan Merdeka II No.9 Kec. Denpasar Timur. Dengan mengolah menu tradisional Bali yang berasal dari resep Gung Inten sendiri, meliputi, aneka tipat, bubur, rujak, es, juice, kolak pisang, tahu telur, bakso, siomay hingga paket makanan Indonesian Food seperti Paket Bebek Goreng Sambal Hijau, Paket Ayam Goreng Sambal Hijau, Nasi Goreng ala Gula Bali, Mie Goreng, Spaghetti dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk dekorasi gaya tradisional joglo, merupakan buah cipta sang suami.

Di satu tempat yang sama, kuliner ini menyediakan bahan-bahan lokal dengan olahan oleh staf yang telah dilatih sebelumnya. Sebelum meluluskan untuk menjadi staf tetap, mereka wajib memiliki dan mengenal cita rasa dengan kualitas yang tinggi. Setelah beberapa tes dinyatakan lulus, barulah Inten Sari dapat memberi kepercayaan usahanya dipegang oleh para staf tersebut, namun pengontrolan tetap dilakukan olehnya sebagaimana mestinya.

Berawal dari Warung Kecil

Sebelumnya hasil masakannya ia publikasikan, Gung Inten memperkenalkan hasil prakteknya dalam acara-acara kecil yang diadakan oleh sanak family, sambil menjalankan pekerjaannya di sebuah perusahaan asuransi Jasaraharja Putera pada posisi Marketing dan sempat membuka sebuah boutique. Karena sekian tahun tidak mengalami perkembangan, tidak secepat berbisnis kuliner, boutique itu pun akhirnya ditutup dan ia memberanikan diri membuka sebuah warung kecil sederhana yang menjual makanan tradisional Bali di depan boutiquenya.

Dari warung kecil itulah, yang hanya dapat menampung 10 orang pembeli, menjadi cikal bakal berdirinya Gula Bali The Joglo. Dari pembeli yang harus duduk di pinggir jalan, hingga ia pun akhirnya melepas posisi nyamannya di perusahaan asuransi. Keputusannya tersebut, sempat membuat rekan-rekannya menanyakan beberapa kali apakah ia sudah yakin melepas jaringan besar yang sudah ia bangun hingga ke luar Bali.

Lepas dari rutinitasnya sebagai marketing, ia manfaatkan jaringan luas yang ia miliki, terutama target pasar pada usia remaja. Sempat tidak menyangka, usahanya kini dapat menampung 45 orang, bahkan tak hanya di Denpasar, untuk cabang di Jalan Sunset Road (belakang Lippo Plaza-Rumah Sakit Siloam) dan Ubud, tak hanya diramaikan tamu lokal, tamu luar pun tertarik bahkan berlangganan dengan menikmati menu setiap hari. Mereka pun telah mengakui, menu tradisional ternyata lebih sehat dan enak.

Tidak sedikit yang sempat menawarkan bisnis franchise kepada Gung Inten, atau membeli nama Gula Bali The Joglo. Namun wanita lulusan Jurusan Teknik Informatika ini mengatakan, ia tidak bisa asal terima tawaran saja, karena membuat makanan tradisional tidak semudah melakukan bisnis fast food franchise. Walaupun memakai bahan-bahan dengan resep yang telah ditentukan takarannya.

Sebuah peluang bisnis bisa datang dari bidang apapun, awal yang penting ialah mampu membaca peluang dan berani mengambil langkah untuk mewujudkan mimpi tersebut. Untuk selanjutnya, berkreasi dan berkembang pun harus terus dilakukan, disanalah mental kita terus diuji, membentuk team work yang kompak dan mampu diajak bekerja sama. Dan Gung Inten beruntung memiliki keluarga, suami yang mampu mendukung ia untuk berwirausaha dan selanjutnya akan diteruskan oleh anak-anaknya sebagai penerus kesuksesan Gula Bali The Joglo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!