Menerapkan Sistemasi Standar pada Bisnis Desain

Seperti halnya perusahaan firma arsitek lainnya, Emporio Archtect memberikan jasa desain meliputi properti rumah, vila, hotel, resort atau restoran, dalam skala kecil hingga besar. Namun yang sedikit membedakan adalah Emporio Architect menerapkan sistemasi operasional ala pabrik atau industri sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, dengan kualitas terstandarisasi dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan sistemasi bisnisnya, Emporio Architect yang pada awalnya hanya mengandalkan ownernya selaku Arsitek utama, kini memiliki 35 Arsitek yang terlatih & terstandarisasi sehingga bisa menyelesaikan 20-30 desain per bulan. Emporio Architect juga telah mampu membuka cabang di DBS Bank Tower lantai 28 Ciputra World Kuningan, Jakarta Selatan sebagai kantor yang menghandle wilayah Jabodetabek, dan satu lagi kantor di Jalan Tukad Unda VIII no. 8A, Denpasar sebagai kantor yang menghandle wilayah dari Aceh hingga Papua dan juga pesanan dari luar negeri. Sejauh ini Emporio Architect telah menyelesaikan lebih dari 600 desain baik projek skala kecil maupun skala besar, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini permintaan banyak datang dari negeri India dan Malaysia.

Berbicara soal kompetitor, setiap pemilik usaha pasti memiliki cara-cara yang berbeda dalam “mengekspresikannya”. Sasra Bhanutama pribadi mengakui, ia tak mau ambil pusing dengan urusan kompetitor, karena ada hal yang lebih penting yakni berfokus memperbaiki dan mengupgrade perfoma diri bersama tim, demi membawa kemajuan perusahaan. Otomatis, saat dilontarkan pertanyaan, apakah ia juga akan membangun properti untuk dibisniskan, jawabannya ialah, ia tak terpikirkan sama sekali, karena waktunya sudah cukup tersita dengan perusahaan yang masih banyak membutuhkan dedikasinya dalam bekerja. Jika harus memilih untuk mengembangkan materi, ia lebih condong untuk berinvestasi agar tetap dapat tampil pure professional dalam perusahaannya.

Sasra Bhanutama lahir dari ayah yang berprofesi sebagai dokter dan ibu yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Inspirasinya untuk kemudian melanjutkan karirnya bekerja sebagai arsitek, berasal dari sang paman yang merupakan arsitek yang hebat.

Selain pamannya, ia juga berkaca dari kisah Ray Kroc yang mendirikan perusahaan makananan cepat saji, Mc Donald. Meskipun awalnya terlihat remeh, karena hanya menjual hamburger namun dengan sistemasi bisnis yang efektif dan efisien, Ray Kroc bisa mengembangkan Mc Donald menjadi perusahaan raksasa di dunia.

Sasra Bhanutama kemudian berpikir jika menjual hamburger saja bisa menjadikan sebuah perusahaan menjadi besar, maka ada kemungkinan jika produk jasa desain bisa dipabrikasi dan disistemasi, maka itu juga akan memberi profit yang besar.

Menjadi orang sukses, bukan berarti harus menjadi seorang pengusaha. Pernyataan tersebut ia lontarkan kepada generasi muda agar mulai menemukan apa yang menjadi passion mereka, bukan sekedar tren atau tuntutan lingkungan. Menurut Sasra Bhanutama ada empat kuadran yang meliputi employee, spesialis, bussnines man dan investor. Empat kuadran ini membutuhkan karakter tersendiri yang berbeda, diharapkan generasi muda mulai mencari tahu apa yang menjadi minatnya.

 

 

Untuk mencapai karir terbaik, di masing-masing kuadran tersebut, tidak mengenal yang namanya zona nyaman atau bukan zona nyaman, yang ada adalah mencari zona aman yang cocok untuk kita dan fokus pada pilihan yang telah diambil dan berikanlah yang terbaik. Alhasil, menjadi sukses tak melulu menjadi seorang pengusaha, asal memiliki keyakinan dalam menjalani apa yang pilihan hidup kita, niscaya kesuksesan akan ada dalam genggaman tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!