Mempertahankan Tanah Bali Demi Generasi Selanjutnya

Ida Bagus Anom Suyadnya sudah berkecimpung dalam dunia pariwisata sejak duduk di bangku SMP tepatnya sejak tahun 1989. Pada saat itu ia bekerja sebagai pemandu wisata sekaligus menjual postcard atau yang biasa disebut pedagang ngacung di Pantai Sanur.

Sebagai anak terakhir dari tiga bersaudara, yang biasanya mendapatkan perlakukan istimewa dari orangtua tidak berlaku dalam lingkungan keluarga Anom Suyadnya. Ia memiliki semangat dalam bekerja, dan bertekad untuk memperbaiki masa depan dalam hal ekonomi, maka dari itu sudah cukup baginya bekerja sebagai sorang pemandu wisata, ia kemudian mencoba peruntungan dalam membangun sebuah akomodasi penginapan, bernama Taman Kesari Villas yang berlokasi di jalan kesari II no.8 Sanur di lingkungan wilayah Br.taman sari sanur. Menginap di Taman Kasari Villas dapat menjadi akomodasi Anda bila berlibur ke Sanur. Setiap vila di Taman Kasari ini memiliki tiga kamar tidur yang besar, one-bedroom villa with private pool, two-bedroom villa with private pool, three-bedroom villa with private pool. Setiap kamar memiliki AC, kamar mandi pribadi, TV, peralatan mandi dan dapur dilengkapi dengan lemari es, kompor gas, pemanggang roti, pembuat sandwich, dan semua peralatan memasak yang Anda butuhkan.

Setiap kamar juga terdiri atas ruang tamu dan ruang makan terbuka yang menghadap ke kolam renang pribadi dengan ukuran 8m x 4m, terletak di taman tropis yang rimbun, lengkap dengan shower kolam renang outdoor. Fasilitas lainnya, juga dilengkapi dengan tur dengan pengemudi pribadi, penyewaan sepeda, sewa mobil atau sepeda motor, penyewaan penjagaan anak dan peralatan bayi yang andal, layanan spa, tata rambut, salon kecantikan, pijat di rumah dan wajah.

Anom Suyadnya bangga lahir di desa, dimana masyarakatnya masih menjunjung tinggi kesenian dan kebudayaan. Baginya, masyarakat Sanur sudah sangat baik dalam mempertahankan kebudayaan yang didukung oleh setiap banjar. Ia yang menjadi bagian dari masyarakat, pun tak ingin kalah aktif dalam mempertahankan warisan dari leluhur, terlebih sebagai orang hindu, kebudayaan, kesenian dalam sebuah kegiatan keagamaan memiliki keterkaitan yang tidak bisa terpisahkan. Tidak hanya meliputi kebudayaan dan kesenian, Anom Suyadnya pun memberi saran dalam mendirikan bisnis, harus tetap mempertahankan kepemilikan tanah milik keluarga, minimal tanah tersebut hanya disewakan, agar generasi selanjutnya dapat terus mempertahankan tanah Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!