Memandu Perjalanan Biji Kopi, Dari Petani Hingga Siap Dinikmati

Secangkir kopi dapat memberikan kehangatan kepada penikmatnya, sekaligus memercikkan kembali energi untuk melanjutkan rutinitas. Belakangan tersiar studi bahwa mengkonsumsi kopi mampu menimbulkan sederet dampak positif bagi kesehatan. Misalnya meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan daya ingat, serta manfaat bagi kesehatan mental. Bagi pengusaha bernama Charles Huang, secangkir kopi mewakili kisah perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku. Berkat kopi, ia tidak hanya memberikan manfaat untuk dirinya sendiri, melainkan juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi orang lain.

Budaya minum kopi memang sudah lekat dengan masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat yang ada di Bali. Kebiasaan orang Bali untuk menikmati kopi di kala bersenda gurau dengan kolega maupun keluarga, memunculkan peluang usaha tempat minum kopi. Di Pulau Dewata, kedai kopi menjamur di berbagai tempat baik yang berupa warung angkringan hingga yang berwujud cafe modern.

Charles Huang, membuka usaha yang berkaitan dengan kopi sejak tahun 1996. Namun berbeda dengan orang kebanyakan yang merintis usaha karena mengikuti insting berbisnis. Charles justru termotivasi membuat pabrik pengolahan kopi dan coffee shop lantaran meyakini telah mendapatkan “teguran” dari Sang Pencipta Kehidupan.

Dari Sebuah Suara

Seperti individu kebanyakan yang datang ke Bali untuk menggali peluang ekonomi, Charles akhirnya memilih industri pariwisata sebagai ladang penghasil pundi-pundi rupiah. Bisa dikatakan ia berhasil di industri ini sebagai tour guide yang mengkhususkan diri memandu wisatawan asal Taiwan. Sejalan dengan kesejahteraan ekonomi yang didapat, pria kelahiran 27 Maret 1967 ini juga mulai terbiasa dengan sisi gemerlap pariwisata. Salah satunya kebiasaan minum minuman beralkohol yang dilakoninya karena tuntutan menemani para turis.

Hingga suatu hari, Charles yang semula enerjik dalam setiap kesempatan akhirnya terbaring lemah karena penyakit asma yang dideritanya. Beruntung ia segera dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan intensif. Apabila terlambat sedikit saja, bisa jadi nyawanya tidak akan terselamatkan.

Ketika berada di kondisi tak berdaya, Charles mulai mengevaluasi perjalanan hidup yang dilaluinya selama ini. Ia mulai tersadarkan akan kebiasaan buruknya selama ini yang telah mengganggu kesehatannya. Sejak itulah ia mulai meninggalkan dunia alkohol dan tetap melanjutkan profesinya. Pada tahun 1996, Charles memohon tuntunan dari Tuhan YME agar ia bisa bekerja di bidang lainnya. Saat itu pula ia yakin telah mendengar sebuah suara yang keras dan tegas. Suara itu seolah masuk ke telinga dan menjalar hingga ke relung hatinya. Sebuah suara yang terdengar mengucapkan satu kata saja, yaitu “kopi”.

Bisa jadi satu adegan dalam cerita kehidupan Charles Huang ini jauh dari penjelasan logis. Namun nyatanya, peristiwa itu benar-benar merubah hidupnya. Segera setelah mendapat petunjuk itu, Charles mengumpulkan tabungannya guna membeli peralatan pengolahan kopi. Ia juga membeli 50 kg biji kopi sebagai permulaan.

Setelah aktif memproduksi kopi dengan mengusung merk Domba Coffee Factory, Charles memutuskan berhenti dari profesi sebelumnya yaitu sebagai pemandu wisata. Meski pendapatan yang diperoleh dari pariwisata jauh lebih tinggi dari perolehan yang diraih sebagai seorang enterpreneur pada waktu itu, namun pria asal Pekanbaru, Riau ini tetap mantap di jalan yang diyakininya. Satu hal yang membuatnya tidak menyerah adalah rasa bersyukur. “Saya selalu mensyukuri setiap sen yang Tuhan berikan kepada saya,” ujar Charles.

Bermula dari sebuah rumah produksi sederhana, kini Charles telah membangun pabrik ketiganya di Jalan Mertanadi II, Banjar Abianbase, Kuta. Selain memproduksi kopi sendiri, Charles juga menjual minuman kopi di Domba coffee shop yang ada di sebelah pabriknya. Semua itu tentu didapat dari hasil kerja keras dan ketekunan tiada henti. Sambil diselingi dengan memanjatkan doa-doa agar setiap langkah yang diambil mampu memberikan hasil yang gemilang.

Perkenalkan Kopi Nusantara

Salah satu misi yang ingin diperkenalkan melalui brand Kopi Domba buatan Charles adalah kualitas kopi nusantara yang tidak kalah dengan kopi mancanegara. Ia telah membuktikan cita rasa kopi khas Bali kepada seorang jurnalis dari Taiwan yang semula skeptis terhadap produk kopi Indonesia. Charles dengan mantap menawarkan kopi produksinya kepada jurnalis itu untuk dibawa ke negaranya. Orang Taiwan itu berjanji jika kopi yang dinikmatinya itu betul-betul enak ia akan menuliskan review positif di sejumlah media.

Tiga bulan kemudian, Coffee Factory dan Coffe Shop milik Charles mulai didatangi para wisatawan asal Negeri Taiwan yang datang karena sebuah ulasan di suatu media. Menurut ulasan itu, kopi buatan Charles membuktikan bahwa kualitas kopi di Indonesia dapat bersaing dengan baik di kancah internasional. Seketika Charles sadar bahwa itu adalah tulisan dari orang Taiwan yang sempat ditawari kopi buatannya.

Charles mengaku memiliki satu strategi unik yang diterapkan untuk menimbulkan kesan positif terhadap produk kopi hasil produksinya. Yaitu dengan menghadirkan kopi dengan cita rasa biasa saja kala dicicipi di factory. Namun ketika para customer membawa pulang produk tersebut dan menghidangkannya di rumah, cita rasa kopi tersebut semakin nikmat. Ini membuat para pembeli akan datang lagi untuk membeli Domba Coffee.

Apa yang dilakoni Charles Huang nyatanya tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri. Lewat usaha yang dirintisnya dari nol tersebut, ia telah memberikan dampak positif kepada orang lain. Salah satunya membuka lapangan pekerjaan sehingga menggerakkan kehidupan ekonomi bagi para pekerjanya.

Selain itu ia juga menumbuhkan asa bagi para petani kopi di berbagai daerah yang mensuplai bahan baku untuknya. Ia tidak hanya menyerap hasil panen dari petani di Bali, tapi juga ke daerah-daerah lain. Bahkan ia sempat mendatangi tanah Papua demi menemukan biji kopi kualitas terbaik. Ayah dua anak ini pun membeli kopi dari para petani dengan harga kompetitif.

Demikianlah kisah inspiratif dari perjalanan hidup seorang enterpreneur di bidang kopi. Sebelumnya ia memandu para pelancong untuk menyaksikan keindahan Pulau Bali. Kini ia memandu perjalanan biji kopi dari tangan para petani di pelosok nus¬antara hingga menjelma ke dalam secangkir kopi untuk dinikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!