Mahagiri Panaromic Resort & Restaurant – Mutiara Tersembunyi di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem

Sesaat saja memasuki Mahagiri Panoramic Resort & Restaurant, kami sudah disuguhkan pemandangan Gunung Agung yang menakjubkan. Walau harus menempuh perjalanan yang lumayan terjal, namun tidak sedikit banyak bus-bus yang membawa rombongan besar untuk melihat mutiara tersembunyi, di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem.

Mahagiri Panoramic Resort & Restaurant berlokasi di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, yang dikenal dengan hasil pertanian jagung, ketela dan biji-bijiannya. Selain itu Desa Rendang juga lekat dengan pariwisata spiritualnya, dimana tidak sedikit mulai dilirik wisatawan untuk melakukan aktifitas olah tubuh dan pikiran. Sejak pertama kali melihat lokasi ini pada tahun 2000- an, ada sebuah perasaan kuat yang menyelimuti hati Drs. I Made Sugiri. Ia pun mulai berpikir untuk menciptakan inovasi-inovasi baru di tanah tersebut, sekaligus mempersiapkan bekal untuk masa pensiunnya.

Tahun 2007, Mahagiri Panoramic menampakan diri untuk pertama kalinya dengan fasilitas dua kamar, pelan-pelan Made Sugiri menambahkan fasilitas lainnya yakni sebuah restoran dengan tambahan beberapa meja. Untuk menghindari bongkar pasang bangunan, Made Sugiri selaku pemilik memiliki tanggung jawab membuat master plan agar secara keseluruhan rencana pembangunan tidak mengganggu bangunan disekitar dan prosesnya berjalan lancar untuk kedepannya.

Masih begitu lekat dalam ingatan Made Sugiri saat ia tidak dapat menyembunyikan perasaan harunya, mendapatkan tamu untuk pertama kalinya, padahal saat itu Mahagiri Panoramic baru memiliki dua buah kamar. Hal itu membuatnya semakin bersemangat untuk mengembangkan Mahagiri Panoramic, kala melihat ekspresi ketertarikan dari dua orang tamu perempuan tersebut.

Dalam 1 tahunnya mengembangkan Mahagiri Panoramic, pria kelahiran Rendang, 5 Oktober 1963 ini, cukup kesulitan dalam memperkenal produk yang ia tawarkan, padahal dari lokasinya, cukup strategis karena berada pada jalur yang sama untuk menuju Pura Besakih. Namun ia optimis dan yakin akan keindahan lukisan karya sang pencipta yang akan membawa Mahagiri Panoramic semakin dikenal. Hal itu terbukti, dari kunjungan grup-grup besar mancanegara, menteri-menteri Indonesia dan di tahun 2014 mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pun mengagumi dan mengakui keindahan panorama dari lokasi Mahagiri Panoramic hingga memiliki sudut special tersendiri.

Dalam membangun bisnisnya, Made Sugiri menanamkan 7P sebagai sebuah acuan. Meliputi produk, places, prices, promotion, public relation, power dan pray. Tidak hanya sekedar teori, acuan tersebut ia aplikasikan bersama 25 orang karyawan, sejalan dengan perjalanan bisnisnya agar mampu bertahan dengan pesaing-pesaing lainnya di dunia pariwisata.

Tentang Mahagiri Panoramic Resort & Restaurant

Mahagiri Panoramic saat ini telah memiliki 18 kamar dengan konsep back to nature. Restorannya dapat menampung sebanyak 250 orang, dengan latar taman yang dengan dekat kolam renang dan dikelilingi oleh pohon-pohon tropis. Sudah dapat dirasakan, perasaan yang tenang dan damai menyelimuti tipe kamar Garden View .Tipe kamar lain yang ditawarkan adalah Terrace View Room, dengan panorama teras terletak tepat di depan hamparan sawah yang memukau, dan anda juga dapat menikmati sinar matahari terbit perpaduan Gunung Agung, sungai Telaga Waja yang seolah tengah berlarian sepanjang waktu untuk membuat masa inap anda benar-benar tak terlupakan.

 

Berbicara masa depan, ada dua hal yang menjadi harapan Made Sugiri. Pertama, ia ingin mengembangkan Desa Rendang menjadi RTDC terinspirasi dari konsep ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) yang bertujuan memaksimalkan apa yang menjadi daya tarik di desa Rendang, walau tidak sebesar Nusa Dua, minimal Desa Rendang memiliki konsep seperti ITDC. Yang kedua, Made Sugiri memberi saran agar masyarakat sekitar tidak menjual tanah-tanah mereka, agar hak mereka atas tanah yang mereka miliki tidak hilang. Dan yang terpenting adalah Bali tetap melestarikan pariwisata budayanya, pariwisata spiritual dan pariwisata alamnya yang tak dapat dinilai dengan mata uang apapun di dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!