Kiat Sukses Pengusaha Jasa Kontruksi Kualitas Hasil Jadi Prioritas

Menjalani hidup bagaikan mengarungi sungai dengan sebuah perahu. Apabila kita hanya berdiam diri tanpa mau menggerakkan dayung, perjalanan perahu itu akan mengikuti arus saja. Sedangkan jika kita bersedia berusaha mendayung dengan segenap kemampuan, setidaknya kita dapat menentukan laju dan arah perahu tersebut. Pepatah itu agaknya berelevansi dengan kisah kehidupan pengusaha jasa konstruksi di Bali bernama Alek Wibowo. Ia merupakan sosok yang giat mendayung perahu kehidupannya sehingga ia bisa berlabuh ke sebuah dermaga yang bernama kesuksesan.

Alek Wibowo berusaha mengikis stigma bahwa siswa lulusan jurusan bangunan hanya akan berakhir sebagai pekerja kasar pada proyek konstruksi. Ia membuktikan bahwa alumni jurusan bangunan juga mampu meraih kesuksesan memimpin suatu proyek bahkan bisa menjadi seorang pemilik dari perusahaan jasa konstruksi. Namun keberhasilan mendirikan biro kontraktor umum ia raih dengan proses perjuangan yang tidak mudah.

Sosok Alek Wibowo lahir di Kediri, Jawa Timur. Namun ia menghabiskan masa sekolahnya di daerah Pati, Jawa Tengah. Sejak SMP ia terbiasa hidup mandiri lantaran ayah dan ibunya telah terlebih dahulu merantau ke Bali. Meski terhalang oleh jarak ratusan kilometer dengan orangtuanya, Alek tetap merupakan anak yang berbakti dan tidak pernah melawan perintah mereka.

Ketertarikan Alek pada pekerjaan membangun suatu karya arsitektur merupakan buah inspirasi dari profesi sang ayah yang juga bergerak di bidang yang sama. Dorongan tersebut semakin kuat ketika dirinya menyaksikan berita tsunami di Aceh. Ia melihat banyaknya bangunan yang rusak akibat terjangan tsunami sehingga harus direnovasi. Sejak saat itu ia semakin mantap mempelajari kiat membangun atau memperbaiki suatu bangunan agar bisa mengaplikasikan kemampuannya itu untuk membantu banyak orang.

Alek mendapatkan pengalaman pertama kali terlibat dalam proyek pembangunan di luar Jawa yaitu saat ia menjalani kegiatan PraktIk Kerja Lapangan (PKL) di Bali. Saat itu tepatnya di tahun 2008, ia dipercaya menduduki posisi sebagai asisten supervisi proyek hotel di Nusa Dua Bali. Ia kembali menjabat sebagai asisten supervisi pada proyek pengerjaan TOL di Pasuruan pada tahun 2012. Selanjutnya ia mendapat lebih banyak pengalaman saat bekerja di beberapa proyek di berbagai daerah seperti di Yogyakarta, Kupang, dan Makassar.

Hasil yang Berkualitas

Memiliki jam terbang tinggi dalam menangani proyek konstruksi umum maupun sipil merupakan modal non material yang dimiliki Alek. Lewat modal itulah ia mantap mewujudkan impiannya yaitu memiliki biro jasa konstruksi sendiri. Berbanding terbalik dengan modal materi yang tehitung masih sangat sedikit dimilikinya. Namun tekadnya sudah bulat dan ia akan berusaha merealisasikan impiannya dengan segenap upaya.

“Saya meminjam kantor kepala desa sebagai tempat usaha untuk lolos proses perizinan”, kenang pria yang memulai usaha dengan modal Rp 130.000,- tersebut.

Alek menambahkan bahwa proyek perdana yang ia dapatkan yaitu berlokasi di daerah Sanur. Saat itu pemilik bangunan memberikan uang muka terlebih dahulu sehingga Alek pun dapat mengerjakan pesanan tanpa terkendala modal. Setelah itu ia mulai mendapat tawaran proyek lainnya dari skala kecil hingga besar. Ayah dua anak ini kemudian mengibarkan bendera usahanya berbadan hukum CV dengan nama Ainur Balindo Jaya atau CV ABJ. Perusahaan ini diresmikan pada tanggal 4 November, 2016 di Kota Pati, Jawa Tengah.

Meskipun awal proses perizinan dilakukan di Kota Pati, CV ABJ juga dilirik untuk mengerjakan proyek-proyek di berbagai daerah di Indonesia. CV Ainur Balindo Jaya dalam waktu singkat berhasil memperoleh kepercayaan dan reputasi yang baik melalui kerja keras dan hasil yang berkualitas. Pengerjaan proyek konstruksi dilakukan tidak hanya untuk mewujudkan bangunan yang indah saja melainkan mengutamakan konstruksi yang baik untuk menjamin keamanan gedung dalam waktu yang lama.

Tidak hanya menawarkan jasa konstruksi bangunan yang baru, CV ABJ juga kerap dipercaya untuk mengerjakan proyek renovasi. Selain itu, perusahaan ini juga menyediakan jasa pengerjaan interior, MEP (Mekaninal, Elektrikal, dan Plumbing) serta pembongkaran bangunan.

Empat tahun berkarya di industri konstruksi, CV ABJ sebagai perusahaan kontraktor telah banyak menangani beberapa pekerjaan proyek, seperti bendungan, hotel, vila, rumah tinggal, restoran, dan lain-lain. Alex mengatakan bahwa tiap tahunnya selalu bermunculan kompetitor-kompetitor baru di industri yang ia geluti. Sehingga untuk dapat memenangkan persaingan usaha yang begitu ketat, diperlukan usaha untuk memberikan nilai tambah pada perusahaannya. Salah satu yang ia lakukan dengan memastikan aspek legalitas usahanya.

“Banyak perusahaan kontraktor yang bergerak dalam persaingan jasa ternyata tidak melengkapi diri mereka dengan dokumen legal. Padahal hal tersebut merupakan aspek penting yang harus dipenuhi. Saya ingin memastikan keamanan dan kenyamanan para klien dengan menjamin bahwa perusahaan kami bergerak sesuai regulasi yang berlaku dan di bawah naungan hukum”, kata pria lulusan Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang di Malang tersebut.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan usahanya merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, serta berkat dukungan dari keluarga tercinta. Sulung dari tiga bersaudara ini mengatakan bahwa kesuksesan dari seorang pria merupakan buah dari usaha membahagiakan orangtua, istri dan para buah hatinya. Jadi, jika ingin berhasil di tiap langkah kehidupan, mulailah dengan membahagiakan orang terdekat di sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!