Kemenpar, Targetkan Kunjungan Wisman ke Depan Meningkat

tempat-wisata-pantai-kuta-di-bali

Denpasar | Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Dr. Gde Pitana mengatakan pemerintah telah menetapkan target pariwisata dalam lima tahun ke depan meningkat dua kali lipat.

“Diharapkan pada 2019 devisa pariwisata akan mencapai Rp280 triliun, serta kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar delapan persen, serta menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak 13 juta orang,” katanya pada acara seminar dan lokakarya internasional “Strategi Pemasaran Pariwisata” di Nusa Dua, Bali, Kamis.

Ia mengatakan pada tahun 2019, pemerintah juga menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi 20 juta orang dan untuk pergerakan wisatawan Nusantara sebanyak 275 juta orang.

“Untuk mencapai target itu diperlukan strategi pemasaran pariwisata yang terintegrasi dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pariwisata,” ujar Pitana.

Saat ini, Pitana mengaku pemerintah tengah berjuang untuk menduduki peringkat 30 dunia dalam bidang daya saing pariwisata. Untuk strategi pemasaran pariwisata, pemerintah melakukan pendekatan “destination, origin dan time”.

Menurut mantan Kadis Pariwisata Bali itu, ada tiga destinasi pintu utama, yakni Bali, Jakarta dan Batam. Untuk strategi pemasaran “origin”, pemerintah telah menetapkan asal wisatawan asing yang memberikan kontribusi terbesar yakni Singapura, Malaysia, Tiongkok, Australia dan Jepang.

“Kelima pasar utama ini memberikan kontribusi sebesar 61 persen dari total kunjungan wisman dari 18 pasar utama,” kata Pitana.

Sementara itu, untuk strategi pemasaran “time”, pemerintah menetapkan berdasarkan pola musim pasar. Sedangkan dalam strategi promosi menggunakan pendekatan “branding, advertising dan selling” dengan menggunakan porsi anggaran masing-masing sebesar 50 persen, 30 persen dan 20 persen.

“Dalam mem-branding Wonderfull Indonesia dan Pesona Indonesia sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah, sedangkan `advertising` biaya ditanggung pemerintah dan industri pariwisata dan melakukan `selling` sepenuhnya dilakukan industri pariwisata,” katanya. (ANT)

Be first to comment