Jokowi Geram Ketika Namanya dicatut Dalam Perpanjangan Kontrak PT Freeport Indonesia

0b9e358c-593b-4c48-b558-7c9e3744a682_169

Relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam Projo menilai sangat wajar Presiden Jokowi marah besar ketika mengetahui namanya dicatut dalam perkara perpanjangan kontrak karya PT Freeport yang meminta pembagian jatah saham.

Menurut Budi sudah sepantasnya Presiden Jokowi berang karena Jokowi menjalankan pemerintahannya dengan benar sehingga wajar kalau ada pihak yang mencemarkan namanya. “Kami percaya Jokowi bersih. Karena modal utama Jokowi adalah kejujuran dan kesederhanaannya,” tutur Budi.

Projo, kata Budi, sangat menyesalkan pihak-pihak yang menyalahgunakan kepercayaan. “Harus diakui terlalu banyak serigala, hyena, dan burung nazar di dalam pemerintahan Jokowi,” kata Budi.

Budi menyatakan Projo percaya Presiden Jokowi dapat bersikap tegas dalam persoalan tersebut. “Tunggu saja waktunya. Ini pertaruhan masa depan bangsa dan rakyat. Rakyat makin cerdas dan bisa menilai dengan hatinya, siapa pihak-pihak yangg harus bertanggung jawab,” kata Budi.

Projo juga mempercayai proses pengusutan kasus tersebut di sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI. “Kita menghormati proses di MKD yang sedang berlangsung. Kita tunggu prosesnya sampai tuntas,” ujar Budi.

Budi menambahkan tak lama lagi semuanya pasti terjawab, termasuk aktor utamanya dalam perkara tersebut. “Kebenaran selalu menemukan jalannya sendiri,” ucap Budi.

Sebelumnya Projo sangat mempermasalahkan pernyataan pengusaha minyak Riza Chalid yang menyebut Presiden Jokowi bakal lengser jika tidak memperpanjang kontrak PT Freeport. Bagi Projo pernyataan tersebut sangat menyinggung harga diri bangsa dan rakyat Indonesia.

Presiden Jokowi geram ketika mengetahui namanya dicatut dalam lobi untuk memuluskan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Jokowi menggebrak meja sambil berseru, “Ora sudi! Enak saja menjual-jual nama.”

Reaksi spontan Jokowi itu terungkap dalam pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang kemarin memberikan kesaksian di bawah sumpah di hadapan Mahkamah Kehormatan Dewan dalam sidang perdana kasus dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto.

Setya, berdasarkan laporan Sudirman ke MKD, adalah orang yang diduga mencatut nama Jokowi.

“Kata ‘ora sudi’ ini memiliki makna yang lebih dalam dari ungkapan penolakan, dan itu keluar dari mulut Presiden,” ujar Said.

Said menegaskan, aduannya ke MKD dilakukan setelah berkonsultasi dengan Jokowi. Dia membantah laporannya ke MKD dibuat tanpa sepengetahun Presiden.

Setelah kemarin mendengarkan keterangan Sudirman Said selaku pelapor, MKD hari ini akan meminta keterangan dari Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha M. Riza Chalid selaku pihak yang diduga berbincang dengan Setya Novanto terkait lobi perpanjangan kontrak karya Freeport Indonesia.

(CNN)

Be first to comment