Ikuti Tren, Ambil Peluang Usahanya

Ketut Ariani atau yang hangat disapa Jero Ari ini sering menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama suami dan anak-anaknya di meja makan. Hal ini pun berdampak baik dalam menjaga komunikasi, sehingga menimbulkan keharmonisan keluarga. Obrolan-obrolan tersebut pun semakin seru, saat masing-masing mengungkapkan impian mereka, dan diwujudkan bersama-sama.

Wanita kelahiran Desa Jagaraga, 7 April 1977 ini merupakan ibu rumah tangga yang tetap aktif menekuni bisnis. Tak jauh-jauh mencari partner bisnis, ia bersama suami yang bekerja sebagai kontraktor awalnya bahu-membahu membangun usaha, yang dapat dikatakan usaha yang mereka pilih, sangat awam bagi mereka.

Maklum, Jero Ari merupakan lulusan S1 Pariwisata Dyana Pura, namun sikap terbukanya dengan perkembangan zaman, membuatnya berani untuk memilih usaha toko bangunan yang didukung ketersediaan lahan kosong yang mereka miliki. Baginya adalah segala hal itu bisa dipelajari, asal ada kemauan kuat dari individu itu sendiri.

Jenis barang yang banyak dengan fungsi yang berbeda-beda, sempat membuat Jero Ari dan suami merasa terkendala. Mereka banyak belajar dari para sales, tidak hanya tentang seputar barang itu sendiri, tapi juga bagaimana memasang harga yang pas kepada konsumen.

Setelah cukup mahir selama tiga tahunan, toko bangunan tersebut yang sebelumnya hanya terdiri atas dua ruko kian berkembang memiliki gudang pasir. Tak puas sampai di sana, Jero Ari tertarik untuk membuka usaha selanjutnya, yakni toko yang menjual di antaranya sepatu, sandal, asesoris, tas, kebaya, dan pakaian yang berlokasi di Jalan Tibung Sari, Dalung, Kuta Utara.

Usia anak-anak yang semakin bertambah, mulai mendorong keinginan mereka untuk membuka usaha. Sebagai ibu, ia pun memberi dukungan apapun menjadi pilihan anak-anak mereka, selama itu masih di jalur yang positif. Salah satu anaknya yang hobi berolahraga pun berkeinginan untuk membuka tempat gym. Jero Ari yang juga menyukai olahraga, namun tidak serutin anaknya pun menyetujui ide tersebut dan melokasikan gym tepat di atas toko fashion “Dalung Jaya Fashion”.

Kemudian lagi-lagi anaknya menyumbang ide baru, untuk membuka barber shop yang menjadi tren saat itu dan tempat tongkrongan berupa coffee shop yang terhitung baru berjalan satu tahunan. Jero Ari berharap semoga apa yang telah keluarganya kerja keraskan dapat berjalan maju dan lancar, meski bukan perusahaan besar, ia bersyukur setidaknya dapat membantu dalam mengurangi angka pengangguran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!