Hal-hal dan Tradisi Unik yang Hanya ada di Bali

hal-hal dan tradisi unik yang ada dibali

Setiap kota memiliki daya tariknya masing-masing. Begitu juga dengan Bali, yang di incar banyak orang sebagai destinasi wisata, menyimpan segudang keunikan. Berikut ini kami merangkum 17 Hal Unik yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Bali. Semoga bisa menjadi referensi yang lengkap saat kamu ke Bali!

1. Menonton Orang-orang Berkelahi Menggunakan Daun Pandan Berduri di Desa Tenganan

Setiap satu tahun sekali, kamu bisa menyaksikan serunya ritual suci perkelahian antar pemuda di Desa Tenganan menggunakan daun pandan berduri, atau lebih di kenal dengan nama Perang Pandan. Ritual ini diadakan sebagai wujud penghormatan kepada Dewa Indra, yaitu dewa Perang yang paling mereka segani. Layaknya perang di zaman kerajaan, mereka juga memakai tameng yang terbuat dari anyaman bambu.

2. Melihat Mayat-mayat Tergeletak di Atas Tanah di Desa Trunyan, Kintamani

Warga di Desa Trunyan, Kintamani memiliki tradisi pemakaman yang unik, di mana mereka tidak mengubur ataupun membakar mayat (ngaben) ala umat Hindu Bali pada umumnya. Mayat hanya diletakan begitu saja di atas tanah yang dikelilingi oleh pohon Taru Menyan. Anehnya, mayat-mayat di sana tidak menimbulkan bau. Konon harum pohon Taru Menyan lah yang menetralisir bau anyir mayat-mayat di sana.

3. Kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh

Sehari sebelum Hari Raya Nyepi atau disebut Hari Pengrupukan, warga Hindu Bali akan mengarak patung-patung raksasa berwajah seram alias Ogoh-ogoh, mengelilingi desa dan ruas-ruas jalan kota. Ogoh-ogoh tersebut merupakan representasi dari karakter Bhuta Kala atau raksasa jahat. Meski begitu, tak jarang pula kita akan menemukan bentuk-bentuk kreasi Ogoh-ogoh yang “nyentrik”, misalnya karakter kartun yang seolah-olah dibuat seram.

4. Nikmatnya Sehari Nyepi di Bali, Super Hening Tanpa Polusi

Hanya di Bali, seluruh aktivitas berhenti total untuk satu hari demi memperingati Hari Raya Nyepi. Umat Hindu dilarang untuk bekerja, pantang untuk berpergian maupun bersenang-senang, dan dilarang menyalakan api dan lampu. Alhasil jalanan pun sepi saat Nyepi. Kamu dapat menikmati udara segar tanpa polusi dan langit malam berkelap bintang hanya di hari Nyepi.

5. Hari Galungan Di Mana Bali Dihiasi Ribuan Penjor

Pada Hari Raya Galungan, pasti kamu akan bertanya-tanya mengapa di setiap ruas jalan, rumah penduduk, dan bangunan perkantoran di pasangi bambu-bambu melengkung yang penuh dengan hiasan alias Penjor. Penjor dimaknai sebagai ungkapan rasa terima kasih manusia atas kesejahteraan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Maka tak heran jika bahan-bahan yang digunakan untuk menghias penjor berasal dari hasil pertanian.

6. Menjumpai Upacara Keagamaan Umat Hindu Hampir Setiap Hari di Bali

Kalian tidak salah menjuluki Bali sebagai Pulau Dewata, karena hampir setiap hari masyarakat Hindunya menyelenggarakan ritual suci keagamaan. Kalian akan sering menemui wanita-wanita Bali membawa sesajen di atas kepalanya, mendengarkan kidung-kidung suci dari sejumlah pura di sekitar, dan bahkan melihat canang (sesajen) menghiasi depan rumah mereka.

7. Menyaksikan Upacara Kremasi Ngaben di Bali

Ritual pembakaran mayat yang dikenal dengan istilah Ngaben adalah wujud pembebasan jiwa manusia untuk kembali kepada Sang Pencipta. Ngaben juga menjadi sangat unik dengan keberadaan replika bangunan meru dan lembu yang disertakan dalam prosesi kremasi tersebut. Bahkan beberapa prosesi Ngaben yang digelar cukup besar dengan membuat meru dengan tinggi belasan meter, seperti salah satunya di lingkungan keluarga Puri Ubud sering menjadi pusat perhatian wisatawan di Bali.

8. Anjing Ras Kintamani yang Lucu

Anjing ras Kintamani merupakan salah satu ras anjing yang di akui dunia dan berasal asli dari Kintamani, Bali. Anjing ini memiliki bulu yang lebat untuk beradaptasi dengan dinginnya Kintamani dan sekilas mirip dengan anjing yang berada di film Hachiko bukan?

9. Festival Layang Layang Terbesar di Indonesia

Menginjak bulan Juni hingga Agustus, cuaca di Bali cukup berangin. Apabila kamu liburan ke Bali diantara bulan tersebut, jangan lewatkan festival layang-layangan khas Bali yang di ikuti dari pemuda pemudi dari banyak banjar. Ini juga jadi magnet tersendiri untuk wisatawan, karena layang-layangan yang ikut dalam kompetisi di Bali benar-benar digarap dengan serius dan bentuk yang besar dan gagah.

10. Nama Panggilan Orang Bali Banyak yang Sama

Rata-rata masyarakat Bali menggunakan panggilan nama yang hampir sama, seperti Made, Wayan, Nyoman dan Ketut. Perlu diketahui juga setiap nama panggilan tersebut ternyata punya fungsi untuk mengetahui posisi yang bersangkutan dalam struktur keluarga mereka. Misalkan Wayan adalah sebutan anak pertama. Sementara, Made untuk anak kedua, Nyoman biasanya untuk memanggil anak ketiga, dan Ketut biasanya diketahui sebagai anak paling bontot.

Be first to comment