Eksotisme Bali Kuno

Desa Tenganan Pengrisingan adalah salah satu desa adat Bali Aga, yang adat-istiadat dan tata cara kehidupan tersendiri, tak merayakan Nyepi, tanpa Ngaben. Rumah-rumah sama model dan teratur. Produk seninya, terutama tenun ikat gringsing yang punya kualitas bagus.

012

Memasuki desa ini memang seperti memasuki dunia dengan aura yang berbeda. Rumah-rumah beratap rumbia berdempet memanjang berhias aneka kerajinan. Bentuknya tidak seperti rumah adat Bali pada umumnya. Terkesan kuno dan etnik.

Umumnya, penduduk desa Tenganan bekerja sebagai petani padi.Namun ada pula yang membuat aneka kerajinan. Beberapa kerajinan khas dari Tenganan adalah anyaman bambu, ukiran, dan lukisan di atas daun lontar yang telah dibakar. Di desa ini pengunjung bisa menyaksikan bangunan-bangunan desa dan pengrajin-pengrajin muda yang menggambar lontar-lontar.

Sejak dulu, masyarakat Desa Tenganan juga telah dikenal atas keahliannya dalam menenun kain gringsing. Cara pengerjaan kain gringsing ini disebut dengan teknik dobel ikat. Teknik tersebut langka di Indonesia dan kain gringsing yang dihasilkan terkenal istimewa hingga ke mancanegara. Itu sebabnya desa ini punya nama lengkap Tenganan Pengringsingan.

Keseharian kehidupan di desa ini masih diatur oleh hukum adat yan g disebut awig-awig. Hukum tersebut ditulis pada abad ke-11 dan diperbaharui pada tahun 1842.
Pada tanggal yang telah ditentukan menurut sistem penanggalan setempat, akan digelar ngusaba sambah dengan tradisi unik berupa mageret pandan (perang pandan). Dalam acara tersebut, dua pasang pemuda desa akan bertarung di atas panggung dengan saling sayat menggunakan duri-duri pandan.
• Ketut Kurniawan

 

 

One thought on “Eksotisme Bali Kuno

  • January 12, 2016 at 12:53 am
    Permalink

    Siap! Terimakasih atas kritik dan sarannya. Akan saya update hari ini.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!