New Moon Cafe Kuliner Sea Food di Pinggir Pantai Kedonganan

Daerah Kedonganan dikenal dengan wisata kuliner ikannya, Suarsana pun memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan di sebuah restoran selama 25 tahun, untuk mengembangkan diri dan memilih langkah hidup yang lebih baik dengan berwirausaha kuliner.

Profil Anak Agung Made Suarsana – CEO New Moon Cafe

Seseorang berhasil mencapai potensi mereka, karena mau berusaha meningkatkan diri setiap hari. Mereka mencurahkan waktu untuk menambah nilai diri. Karena melakukannnya, mereka juga mampu menambah nilai orang lain. Hidup dalam keluarga sederhana, Suarsana lahir di daerah Kedonganan 5 Oktober 1970an. Ia adalah anak dari Ayah seorang nelayan, dan ibunya bekerja sebagai pedagang.

Sebelum menjadi salah satu café favorit di Jimbaran, tidak mudah untuknya membangun café dengan modal yang minim, tapi dukungan penuh datang dari suatu komunitas masyarakat Kedonganan, yang ikut menyediakan lahan kosong untuk membangun New Moon Café. Dengan keberanian dan keinginan yang kuat, ia pun membangun café yang terinspirasi dari namanya sendiri.

Tentang New Moon Cafe 

Seafood yang beraneka ragam, diantaranya red snapper (kakap merah) dibandrol dengan harga 195 ribu/kg, medium sea prawn (udang) 350 ribu/kg, squid (cumi) 170 ribu/ kg, kerang 90 ribu/kg. Olahan kualitas kesegaran berbagai hasil laut tersebut itu dapat langsung dipilih sesuai dengan keinginan kita baik itu dibakar, direbus atau pun digoreng. Untuk minuman, tersedia air mineral, es the manis, es jeruk dan bir.

New Moon Café sangat cocok untuk yang mereka yang mencari santap malam, setelah seharian beraktifitas. Menikmati kesegaran ikan hasil pantai Kedonganan, dengan pemandangan sunset, deburan ombak, bersama seniman jalanan yang memainkan lagu mereka dari satu meja ke meja lain. Lokasinya sangat strategis dekat dengan bandar udara dan lebih baik segera datang sebelum jam 6 sore, karena sudah pasti penuh, sulit untuk mendapatkan tempat.

Buah dari kerja kerasnya, Suarsana sangat meyakini, semua tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Pikirannya sederhana, menjalani sebaik mungkin, fokus dan ulet dalam bekerja dan hasilnya tidak pernah terpikirkan New Moon Café berjalan sampai sejauh ini. Apalagi mengingat masa kecilnya yang bercita-cita sebagai seorang tentara, melainkan membawanya berangkat menjadi seorang pengusaha.

Sebagai masyarakat asli Bali yang membangun pariwisata di tanah kelahiran sendiri, Suarsana berharap Bali memiliki pemuda-pemuda yang juga ikut berperan dalam mengembangkan pariwisata, dan tetap mempertahankan kebudayaan, yang menjadi daya tarik turis untuk mengunjungi Bali.

Pemuda Bali harus terus bertumbuh untuk melakukan perubahan yang lebih baik dengan mulai mengerjakan sesuatu dari apa yang kita lakukan setiap hari. Mulai mengerjakan apa yang perlu kemudian lakukan apa yang bisa dikerjakan dan akan tiba pada masa dimana mampu mengerjakan apa yang tidak mungkin kita kerjakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!