Biaya Layanan Hemodialisa Dijamin Negara – PT Medisa Bali

Penyakit tidak menular yang kronis telah menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, juga di Indonesia. Salah satunya penyakit gagal ginjal yang menurut data statistik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masuk jajaran 20 besar penyebab kematian di dunia. Penanganan penyakit gagal ginjal adalah melakukan cuci darah atau hemodialisa. Menurut Direktur PT Medisa Bali, I Gusti Ngurah Agung Janar Dhana, pelaksanaan cuci darah pada pasien gagal ginjal harus berkelanjutan alias tidak boleh putus. Jika tidak, kondisi penyakit akan semakin parah dan bahkan dapat berakibat pada kematian.

Ginjal adalah organ tubuh yang berperan penting dalam menyaring dan membuang limbah produk dari darah. Ketika ginjal mengalami kerusakan, produk limbah dan cairan akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan di pergelangan kaki, muntah, lemas, kurang tidur, dan sesak napas. Kondisi ini disebut dengan gagal ginjal, bisa dialami secara mendadak atau pun perlahan. Salah satu solusi bagi penderita penyakit ini adalah dengan melakukan cuci darah atau dikenal juga dengan istilah hemodialisa.

PT Medisa Bali merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, berfokus pada pelayanan hemodialisa yang beralamat di Jalan Plawa X1V nomor 2, Denpasar. I Gusti Ngurah Janar Dhana selaku pimpinan menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan mayoritas rumah sakit yang ada di Bali maupun Nusa Tenggara Barat. Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga melayani pasien pengguna jaminan kesehatan BPJS.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, biaya layanan cuci darah dijamin oleh negara melalui program jaminan kesehatan BPJS”, ujar Ngurah Janar.

Ia menambahkan, tanpa adanya subsidi biaya dari pemerintah, sejatinya biaya yang akan dibebankan kepada pasien hemodialisa sangat tinggi. Secara statistik, gagal ginjal menempati urutan keempat sebagai penyakit tidak menular dengan biaya termahal di dunia setelah jantung, kanker dan stroke. Hal itu menurut Ngurah Janar disebabkan oleh tingginya biaya operasional prosedur cuci darah.

“Sebagian besar alat yang digunakan masih impor. Namun sekarang sudah ada upaya untuk memproduksi peralatan hemodialisa di dalam negeri”, kata pria kelahiran Denpasar, 4 Juni 1971 tersebut.

Hemodialisis adalah prosedur cuci darah yang menggunakan ginjal buatan (hemodializer). Darah penderita akan dipindahkan dari tubuh dan disaring melewati hemodializer. Darah yang sudah disaring tersebut dikembalikan ke tubuh dengan bantuan dari mesin dialisis.

Ditanya mengenai harapan hidup bagi pasien cuci darah, ia mengatakan hal tersebut sangat bergantung pada kondisi kesehatan pasien dan kepatuhannya dalam menjalani arahan dokter. Pasien gagal ginjal harus lebih memperhatikan asupan makanan dan minuman serta mengikuti pola hidup bersih dan sehat.

 

“Tentunya peluang untuk bertahan bagi penderita gagal ginjal selalu ada. Hanya saja dengan syarat, pasien harus menjalani cuci darah seumur hidupnya sampai ia mendapatkan cangkok ginjal”, imbuh suami dari Agustina Ratnaningtyas tersebut.

Pengalaman Pribadi

Ngurah Janar mengatakan bahwa ia sendiri sempat mengalami penyakit tersebut sehingga sedikitnya ia bisa memahami situasi mental dan fisik pasien gagal ginjal. Berkat wawasan yang dimiliki mengenai penanganan penyakit gagal ginjal, cuci darah serta pengalaman mengelola usaha layanan hemodialisa, Ngurah Jana mampu menimilasir risiko penyakit yang dideritanya. Ia pun menjadi lebih mawas diri dalam menjaga kesehatan.

Menurutnya, peluang kesembuhan bagi pasien gagal ginjal akan semakin besar jika melakukan tindakan preventif sebelum penyakit tersebut berubah ke fase kronis. Jika telah mengalami gejala-gejala penyakit gagal ginjal, seharusnya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut atau bahkan sampai ke tahap cuci darah.

Ngurah Janar menjelaskan gejala umum penyakit gagal ginjal adalah sering mudah mengalami kelelahan. Itu merupakan gejala yang muncul pada fase awal penyakit. Sedangkan pada tahap yang lebih serius, gejala yang muncul akibat disfungsi ginjal pada tubub adalah pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. Kaki, lengan, tangan, dan wajah, merupakan beberapa bagian tubuh yang paling rentan mengalami pembengkakan ketika terjadi masalah pada ginjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!