Bersantap di Alon-Alon Terace Cafe Sambil Menikmati Hijaunya Terasering Ubud

Bila Anda ingin menikmati santapan favorit, sambil memanjakan indahnya panorama terasering sawah Bali, jawabannya ada pada wisata kuliner Alon-Alon Terrace Cafe. Seperti namanya, cafe ini akan membawa Anda kembali pada memori indahnya nuansa persawahan yang mungkin sudah jarang Anda temui di daerah tempat tinggal.

Berlibur ke Bali, jangan lupakan untuk mengunjungi wisata kulinernya yang lezat, belum lagi panorama alamnya yang gratis dapat Anda nikmati. Berlokasi di Ubud, di Jalan Tegallalang, Alon-Alon Terrace Cafe memiliki lokasi yang nyaman, tenang dan menu Asian, Indonesian, dengan special diets vegetarian friendly, vegan options, dapat Anda nikmati saat sarapan, makan siang atau makan malam. Dengan harga yang terjangkau, menu-menu tersebut meliputi satu set hidangan tradisional, spring roll, crispy duck, nasi campur, nasi goreng, mie goreng, bir, teh jahe, jus segar dan buah-buahan segar dengan keju parut.

Setelah memilih menu yang diinginkan, Anda dapat menikmati sajian tersebut dengan lesehan atau duduk bersama keluarga dengan beberapa meja yang telah disiapkan. Selesai bersantap, Anda pun dapat berfoto dan menikmati terasering lebih dekat, suasana yang sejuk, dapat menjadi sebuah relaksasi yang baik untuk kesehatan Anda.

Berdiri sejak tahun 2009, terhitung sudah 10 tahun menjadi bagian wisata kuliner Ubud yang wajib dikunjungi. Dimanageri oleh I Made Darta, sosok pria lokal pekerja keras yang mulai merintis karirnya di dunia pariwisata, sebagai staf penjaga malam di Alon-Alon Terrace Cafe.

Setelah selama lima tahun, posisinya meningkat menjadi waitress pada tahun 2009. Tak hanya terbilang baik dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung, ternyata Made Darta pun memiliki bakat dalam memasak, sehingga karirnya pun meningkat menjadi chef.

Sang pemilik yang melihat kinerja Made Darta semakin meningkat kualitasnya pun kembali mempercayakan posisi penting untuknya, yakni manager dari Alon-Alon Terrace Cafe. Keberhasilannya dalam meniti karir, ia ungkapkan diperoleh tidak hanya dari kerja kerasnya, tapi juga darah kedisplinan dari ayahnya yang bekerja sebagai petani. Bukti itu ia rasakan saat ia terpaksa bekerja sambil bersekolah.

Meski begitu, Made Darta merasa bersyukur, dapat menyelesaikan sekolah meski tidak sampai di perguruan tinggi. Ia membuktikan tanpa kuliah pun tetap dapat sukses, bahkan memegang peran penting dalam perusahaan. Tak hanya sukses dengan karirnya, ia pun mengungkapkan akan terus siap mengembangkan dan tetap menjaga wisata terasering di daerahnya, yang telah menjadi warisan budaya turun temurun. Agar tidak hanya dapat diminati oleh wisatawan, tapi juga dinikmati oleh anak cucu kita di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!