Angkat Produk Lokal, dari Beras Bali hingga Wine Berstandar Internasional

Keyakinan terhadap kualitas produk-produk buatan produsen lokal memotivasi Ngurah Agung Satria Wibawa untuk mempromosikan produk tersebut ketingkat nasional dan internasional. Dimulai dengan memperkenalkan produk wine buatan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali yang ternyata memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan produk impor yang selama ini membanjiri pasaran. Lalu dilanjutkan dengan mengangkat potensi pertanian lokal melalui pemasaran produk beras Bali bernama Beji Harum. Sistem penjualan melalui reseller dimaksudkan membantu masyarakat yang ingin berusaha di tengah badai pandemi saat ini.

Eksistensi industri pariwisata di Bali terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat khususnya dalam hal ketersediaan lapangan kerja. Sayangnya dalam kegiatan usaha di sektor pariwisata hanya menyerap SDM lokal saja, sedangkan potensi dan produk lokal belum terserap dengan baik. Padahal sejatinya, produk-produk lokal mampu bersaing dari segi kualitas dengan produk luar daerah maupun produk impor.

Upaya untuk mengangkat produk-produk lokal agar lebih dihargai dan mendapat tempat yang layak dalam industri pariwisata telah dilakoni Ngurah Agung Satria Wibawa sejak beberapa tahun silam. Ia memulainya dari industri minuman beralkohol dengan memperkenalkan potensi wine buatan produsen lokal. Pria kelahiran 9 September 1988 tersebut menyediakan berbagai brand wine lokal pada toko penjualan minuman beralkohol miliknya, Putra Agung Wine Shop.

Kunci dari keberadaan produk wine tentunya ada di pertanian anggur. Fakta yang belum diketahui banyak orang adalah Bali merupakan salah satu daerah penghasil anggur varietas unggul yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan wine. Hal ini tentunya menepis anggapan bahwa iklim tropis seperti Indonesia tidak mendukung untuk mengembangkan pertanian anggur.

Selain anggur, potensi produk pertanian Bali seperti beras juga masih belum dieksplorasi dengan baik. Banyaknya produk beras dari luar daerah membanjiri pasar dengan branding kualitas lebih baik dari produksi petani Bali. Padahal kualitas beras Bali pun tidak kalah oke. Hal ini yang berusaha digaungkan oleh Ngurah Agung dengan mengusung brand beras Bali yaitu Beji Harum. Beras yang ia tawarkan didapat dari para penjual gabah di Bali setelah melalui survei kualitas produk yang tidak sebentar. Beras yang ia jual berasal dari jenis padi IR64.

“Ide untuk memperkenalkan potensi beras lokal melalui brand Beji Harum muncul setelah melihat fenomena saat pandemi seperti sekarang, yaitu adanya penurunan kunjungan wistawan yang menyebabkan anjloknya pariwisata di Bali. Terbukti dalam situasi saat ini, pertanian justru menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan”, ujar pria lulusan Fakultas Hukum

Dalam misinya memperkenalkan potensi produk pertanian Bali, Ngurah Agung ingin melibatkan masyarakat dalam gerakannya tersebut. Ia membuka peluang reseller atau penjualan kembali bagi siapa pun yang memiliki keinginan untuk berjualan namun tidak memiliki modal. Apalagi di situasi pandemi banyak yang kehilangan pekerjaan sehingga banyak yang beralih menjadi wirausahawan.

“Tujuan utama saya saat ini yaitu bekerja untuk membantu saudara sebanyak banyaknya, suatu kebahagiaan tersendiri bisa saling membantu,” tutur ayah dua anak ini.

Selama pandemi berlangsung, Ngurah Agung berhasil mendistribusikan berton-ton beras yang telah tersebar ke seluruh Bali berkat kontribusi para reseller yang semangat memasarkan produk beras Beji Harum. Ngurah Agung berharap ke depannya kualitas beras Bali terus ditingkatkan seiring dengan upaya edukasi yang dilakukannya ke tingkat petani.

Wine Shop

Di samping kegiatan memperkenalkan potensi beras bali, Ngurah Agung masih tetap disibukkan dengan rutinitasnya sebagai distributor wine CV Putra Agung Wine Shop. Usaha yang dirintis bersama keluarganya itu menyediakan aneka merk wine baik produk impor maupun buatan lokal. Selain itu tersedia juga aneka minuman beralkohol lainnya seperti spirit, soju dan beer. Juga ada arak dan brem yang merupakan minuman tradisional Bali.

Jika ingin mendapatkan produk-produk tersebut, konsumen yang ada di Denpasar dapat mengunjungi kantor pusat Putra Agung Wine shop yang berlokasi di Jl By Pass Ngurah Rai No 214 Sanur Kaja, Denpasar. Sedangkan masyarakat Kuta dan sekitarnya dapat mengakses produk-produk tersebut di UD Bulan Bintang Wineshop Kuta – Jl Raya Seminyak No 19. Ada pula cabang lainnya di Ubud, tepatnya di UD Puri Garden Wineshop – Jl Raya Pengosekan No 77. Teranyar yaitu cabang di Karangasem, mengadopsi konsep lounge yaitu UD Agung Jaya Diputra Wine House & Bar – Jl Raya Candidasa.

Ngurah Agung menuturkan bahwa selama ini wine dikenal sebagai minuman mahal yang ditujukan untuk kalangan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Sejak dipercaya mengelola Putra Agung Wine Shop, Ngurah Agung berusaha mengubah anggapan tersebut. Ia berani menyasar target pasar lokal yang menurutnya sangat potensial.

Benar saja, berkat kesabarannya mempromosikan wine ke masyarakat pelan-pelan produk minuman ini mulai diminati. Apalagi saat ini telah tersedia produk wine lokal yang cita rasanya telah disesuaikan untuk lidah nusantara.

Tidak hanya memasarkan wine secara offline, Ngurah Agung juga merambah penjualan melalui online. Pada tahun 2017 ia membuat website sebagai etalase online produk-produknya sehingga para calon konsumen dapat memilih produk-produk yang tersedia hanya dalam genggaman tangan. Selain melihat produk mereka juga dapat memesan melalui website tersebut dan selanjutnya akan dikirim ke alamat yang ingin dituju.

“Bisa dikatakan saya pelopor penjualan minuman beralkohol dengan memanfaatkan website di Bali”, diakui Ngurah Agung.

Jiwa enterpreneur yang dimiliki Ngurah Agung tidak lain menurun dari orangtuanya. Mereka sempat mengembangkan usaha retail bernama Alas Harum namun sejak tahun 2003 sudah tidak dilanjutkan lagi. Setelah itu ayahnya meniti karier di politik hingga berhasil duduk sebagai anggota dewan pada periode 2004-2009. Setelah itu, Ngurah Agung dan ibunya harus berusaha mencari peluang usaha lain pasca ditutupnya usaha mereka sebelumnya.

Hal yang diingat dari didikan Sang Ayah adalah selalu menjalani hidup sederhana meskipun dalam keadaan ekonomi berkecukupan. Selain itu ia terinspirasi menjadi pribadi yang suka berbagi kepada sesama dari sosok Sang Ayah. Semangat untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi orang lain ini akan terus ia gelorakan, terutama dalam situasi saat ini di mana banyak orang yang membutuhkan uluran tangan.

“Selama ini saya sudah diberi lebih banyak oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, kini saatnya saya yang memberi sebagai cara untuk mengungkapkan rasa syukur”, kata suami penyanyi Bali Anak Agung Ayu Gandari Advaita Jelantik tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!