Anak Pantai Yang Sukses Membangun Bisnis Cafe, GANESHA CAFE

Lahir sebagai masyarakat asli Kedonganan-Jimbaran, kehidupan I Wayan Reja tidak jauh dari kehidupan pantai dan mata pencaharian masyarakatnya sebagai nelayan. Tidak ingin berlarut-larut nyaman dalam situasi tersebut, membuat I Wayan Reja bangkit untuk melakukan perubahan dan perkembangan dalam hidup yang lebih baik, namun tetap bangga berdiri di atas tanah sendiri.

Profil I Wayan Reja – Ganesha Café

Pada tahun 1970an bisa terhitung jumlah masyarakat Kedonganan yang berstatus sebagai pegawai, karena memang 99% masyarakatnya mencari rezeki sebagai nelayan, tanpa terkecuali orangtua dari Wayan Reja, pemilik Ganesha Café.

Sejak kecil Wayan Reja bergelut dengan kerasnya kehidupan anak pantai, mau tidak mau ia harus ikut membantu orangtua, karena mengharapkan penghasilan dari pekerjaan sebagai nelayan, hanya cukup untuk makan saja.

Wayan Reja memiliki delapan saudara, enam perempuan dan tiga laki-laki. Ia sendiri merupakan anak ke lima dari ayah yang bernama I Wayan Rodeg dan Ibu, Ni Ketut Rimpeg. Diantara saudara-saudaranya yang lain, ia begitu menghormati kakaknya yang pertama Wayan Tolin, bukan hanya karena sang kakak adalah anak tertua, namun pengorbanan sang kakak yang begitu mencintai adik-adiknya, hingga rela mengorbankan pendidikannya yang hanya sampai di tingkat SMP demi masa depan kedelapan adiknya. Itulah yang membuat Wayan Reja termotivasi untuk tetap semangat dalam bersekolah walau terhimpit biaya.

Demi tetap dapat melanjutkan pendidikan, Wayan Reja harus melakoni beberapa pekerjaan sambil bersekolah, seperti berternak dan mengirim ikan yang ia kerjakan saat SMA sejak pk. 05.00 pagi. Lulus dari SMA, Wayan Reja diterima di dua fakultas yang berbeda, yakni Fakultas Kedokteran Univ. Udayana dan Fakultas Teknik Sipil di Universitas Ngurah Rai. Namun, karena tidak mendapatkan beasiswa, ia mengurungkan niatnya kuliah di Fakultas Kedokteran dan memilih melanjutkan di Fakultas Teknik Sipil.

Sebelum menamatkan kuliahnya, pria kelahiran 26 Oktober 1966 ini, sudah aktif mengerjakan proyek-proyek pembangunan di sekitar Kedonganan bersama temannya. Melihat sumber daya alam yang ada di tempat kelahirannya, Wayan Reja kemudian mencoba untuk membangun sebuah penginapan kecil, namun ia lalu berpikir sebuah penginapan saja hanya akan membantu perekonomian antara ia, istri dan anak-anaknya, bagaimana pun ia tinggal di atas tanah yang telah memberikan pengalaman hidup yang mempengaruhi perjalanan hidupnya hingga kapan pun.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari sanalah awal mula ia bersama kakaknya yang kedua, I Ketut Puja, mulai membangun sebuah usaha ikan bakar bernama Pudak Café pada tahun 1998, yang kini telah berkembang baik dalam usaha maupun dalam nama yang kini bertransformasi menjadi Ganesha Café yang berlokasi di tepi Pantai Kedonganan dengan menu seafood diantaranya Red Snapper (Ikan Kakap Merah), Garaupa, Baronang, Live Mussel, Live Oyster, King Prawn, Lobster, Plecing Kangkung, Salad, Soup, Sate Ayam, dan masih banyak menu lainnya. Bila anda penikmat menu seafood, langsung datang saja karena tidak hanya menunya yang lezat, tapi juga pemandangan dari Pantai Kedonganan yang pasti gratis untuk anda nikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!