Anak Agung Raka Bawa – CEO RAI Watersport & Restaurant

Kisah Seorang Pionir Wahana Water Sport di Tanjung Benoa

Tanjung Benoa merupakan tempat wisata Bali yang terkenal akan pantainya dan kemudian dikembangkan oleh masyarakat setempat sehingga kini bertumbuh sebagai surganya wahana air. Salah satu pemilik sekaligus pionir watersport di Tanjung Benoa adalah Anak Agung Raka Bawa, seorang anak nelayan yang kini sukses dalam membangun usaha Rai Water Sport.

Profil Bapak Anak Agung Raka Bawa – CEO Rai Watersport

Tanjung Benoa pada tahun 1973 masih kering kerontang terdapat beberapa tanaman yang mungkin sudah jarang ditemui saat ini, seperti pohon juwet, bekul dan pandan, fasilitas pendidikan yang tersedia hanya setingkat Sekolah Dasar dan listrik pun masih belum tersedia. Agung Raka Bawa sempat merasakan hal tersebut, ia lahir pada tahun 1959, dari orang tua yang kesehariannya bekerja sebagai seorang nelayan. Wajar saja bila sejak kecil ia sudah akrab dengan angin laut dan pasir pantai karena Sang ayah sesekali mengajak Agung Raka untuk membantunya bekerja.

Di usia remaja, Agung Raka sudah berpikir untuk memiliki masa depan yang lebih baik dibandingkan sang ayah, untuk mewujudkan hal tersebut ia kemudian mengembangkan skill dalam diri, salah satunya dengan mengikuti kursus bahasa Inggris di Denpasar pada tahun 1976 bersama teman-temannya, Sudiana, Wirta,

Gung Dalem. Semangat untuk mengubah nasib semakin berkobar tatkala melihat saudara-saudaranya berjualan kepada turis-turis asing yang turun dari kapal pesiar sejak tahun 1969. Walaupun dibayar hanya dengan sepotong roti dan sebuah kaos, Agung Raka bersama teman-temannya bertekad untuk mengubah nasib mereka, dimana Bali pada zaman itu memang masih jauh dari kata sejahtera.

Turis-turis yang datang ke Tanjung Benoa pada tahun 1977 biasanya pada bulan Juli-Agustus. Dan tidak mungkin untuk mendapatkan penghasilan, ia dan teman-temannya hanya menunggu bulan tersebut. Bersama teman-temannya ia kemudian berinisiatif pergi ke Kuta, dimana jalan yang ditempuh tentu saja tidak seperti jalan yang sudah ada saat ini.

Berangkatlah anak-anak remaja itu dengan menaiki bemo dari Benoa menuju Kuta, sesampainya disana, ia dan teman-temannya kemudian mempromosikan pantai Tanjung Benoa kepada turis-turis Perancis untuk datang berlibur, walau pada masa itu Kuta masih tergolong sepi, belum semua turis dari berbagai mancanegara mendatangi Bali. Hingga pada tahun 1980an turis-turis Australia mulai berdatangan, baik itu luar negeri maupun domestik.

Tahun 1978, Agung Raka bersama rekan-rekannya membentuk organisasi untuk mengeksplore Tanjung Benoa menjadi tujuan pariwisata. Mereka berunding apakah yang akan mereka bangun untuk menjadikan Tanjung Benoa lebih berkembang. Untuk membangun sebuah hotel sepertinya tidak mungkin karena modal tidak mencukupi. Akhirnya mereka memanfaatkan apa yang menjadi daya tarik Tanjung Benoa yakni pantainya yang memiliki pasir putih dengan membangun wahana watersport. Berkat memiliki kenalan teman dari luar negeri, dan kemampuan bahasa Inggris yang baik, Agung Raka bersama rekan-rekannya pun mencari informasi dan meminta bantuan untuk mendapatkan alat-alat olahraga yang dibutuhkan.

Lambat laun apa yang menjadi kebutuhan usaha mereka sedikit demi sedikit terpenuhi, seiring dengan perubahan fisik dari warna rambut yang merah dan kulit yang menjadi lebih gelap karena seringnya aktifitas yang mereka lakukan di pantai. Tidak sedikit yang mengira mereka sudah mulai terkena pengaruh barat, namun Agung Raka menegaskan bahwa penampilan fisik ini hanya permukaan luarnya saja, jiwa dan hatinya masih mencintai adat dan budaya Bali.

Tentang Rai Watersport

Rai Water Sport berlokasi di Jalan Pratama, No 87X, Tanjung Benoa, di sisi utara Nusa Dua. Dibutuhkan sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, wahana ini menyediakan lahan parkir yang luas dan restoran untuk santap siang dan malam dengan menu seafood, steak, dan masih banyak lagi. Restoran terletak di lantai dua dan menyediakan banyak meja untuk pengunjung yang menunggu giliran bermain olahraga air. Rai Water Sport sudah tidak asing lagi di telinga turis dari seluruh dunia, tidak jarang wahana ini penuh sesak terutama saat pagi hari. Untuk olahraga air, sudah tidak perlu diragukan lagi, hampir semua jenis olahraga air dimiliki Rai Water Sport, diantaranya, Banana Boat, Parasailing, Flying Fish, Flying Fox, Jet Ski, Snorkeling, Scuba Diving, Glass Bottom Boat, Dolphin Watching Tour dengan peralatan olahraga yang memiliki standar yang tinggi.

Dalam memulai Rai Water Sport, Agung Raka Bawa tak memikirkan sama sekali hasil yang yang akan ia terima, ia berfokus untuk tetap semangat dalam membangun usahanya. Jika hanya memikirkan uang dan uang akan sulit untuk fokus menuju kesuksesan dan yang lebih terpenting membuat orang-orang bahagia dan membuat mereka untuk mengatakan I Will Back Again to Bali !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!