Adopsi Disiplin Kerja dari Jepang Inspirasi dalam Membangun Usaha

Belajar dari negeri yang dikunjunginya, I Nyoman Sukarba terpukau dengan bentuk penghormatan dan kecintaan orang-orang Jepang terhadap negara mereka. Hal ini pun membuat ia tergerak untuk mengimplementasikan pada diri sendiri, orang-orang sekitar dan perusahaan yang ia bangun, Be Wish International Tour.

I Nyoman Sukarba membangun usaha Be Wish International Tour yang bergerak dalam tour & travel khususnya dalam tour operator untuk daerah Bali dan beberapa daerah di Indonesia. Dimulai pada tahun 1998, di mana usianya saat itu menjelang 22 tahun. Awalnya ia tidak tahu ini seperti apa dunia tour & travel, dan seolah ia masih meraba-raba karena belum paham seperti apa bisnis ini.

Setelah lulus dari kuliahnya pada tahun 1993 di bidang pariwisata, Nyoman Sukarba sempat bingung, dibawa ke mana arah kariernya, apakah ia ingin bekerja pada beberapa perusahaan atau langsung mengambil langkah untuk membangun sebuah usaha. Tentu itu bukan keputusan yang mudah, akhirnya ia mencari pengalaman terlebih dahulu dengan bekerja di hotel selama 3 tahun 10 bulan.

Hampir 4 tahun bekerja di sebuah hotel, ia mendapat ilham untuk berangkat ke Jepang, mencari inspirasi di negeri sakura tersebut. Tentu tidak semua orang berani melangkahkan kaki untuk mencari pengalaman yang berbeda dari segi tradisi dan etos kerja dengan negeri sendiri. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Nyoman Sukarba. Beruntung ia tidak sulit untuk menemukan teman orang Jepang, yang mau berbagi ilmu, bahkan tempat tinggal untuknya.

Setahun berada di Jepang, terbukti sukses membuat hati Nyoman Sukraba menaruh perhatiannya dengan negeri tersebut. Ia banyak belajar soal kunci kesuksesan orang-orang Jepang, meliputi menjunjung kedisplinan yang tinggi, loyal dan komitmen yang dimiliki masing-masing individunya begitu kuat. Alhasil Jepang pun menjadi negara yang paling maju di Asia.Upaya inilah yang tengah Nyoman Sukarba lakukan saat pulang ke Indonesia, pemikirannya pun terbagi apakah akan membangun usaha atau kembali ke perusahaan. Mengingat ilmu pariwisata yang telah dimilikinya, sayang bila tidak dimanfaatkan sebaik mungkin, di daerah wisata yang keberadaannya telah diakui keunikannya yang kaya akan tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal.

Nyoman Sukarba pun berkomitmen untuk membangun bisnis tour & travel. Sebuah gagasan dalam pelaksanaan yang tidak mudah memang, di mana dalam waktu satu hingga dua tahun ia pernah tidak memperoleh tamu. Tidak sampai disana, kepusingan Nyoman Sukarba berlanjut di tahun 2002 menjelang 2003, di mana peristiwa Bom Bali I terjadi. Tamu yang kosong, membuatnya hampir kehilangan kestabilan diri.

Dari bulan Oktober 2002 sampai Agustus 2003, tak hanya Nyoman Sukarba yang dibuat pasrah dalam kondisi tersebut, para pelaku pariwisata lainnya pun dibuat mati suri. Pria kelahiran Desa Beraban, Tabanan ini terus optimis bahwa pulau Bali akan kembali bangkit dari keterpurukan.

Be Wish International Tour dapat membantu dalam pemesanan akomodasi penginapan meliputi daerah Nusa Dua, Jimbaran, Kuta, Ubud, Sanur dan seluruh Bali bahkan juga tempat tempat tujuan wisata di Indonesia.

Perjalanan dan atraksi populer di Bali dengan penawaran yang menarik pun sayang untuk dilewatkan, yang akan menambah spesial liburan para wisatawan, seperti Bali Tour Uluwatu Temple, Situs Warisan Budaya Borobudur dan Tur Komodo. Penawaran lainnya, Bali Wedding, Sunset Wedding Course Arrangement Bali Travel Company akan mengadopsi tren baru pada pernikahan yang diinginkan, bagi wisatawan yang ingin melangsungkan hari pernikahan mereka di pulau nan eksotis.

Tantangan demi tantangan harus dihadapi Nyoman Sukarba baik internal maupun ekternal, berangkat dari dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu, kemudian keluar dari zona nyaman untuk membangun usaha dan harus siap dengan konsekuensi apapun dalam artian harus berani mengambil keputusan. Karena baginya hidup adalah pilihan dan penentu dari pilihan tersebut adalah diri kita sendiri, sang pengambil keputusan, yang akan menjadi pemeran utama dari kehidupan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!